Polda Lampung Amankan Empat Tersangka Kasus Sabu

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

514

LAMPUNG — Kepolisian Daerah Lampung melalui Kepolisian Resor Lampung Selatan berhasil mengamankan empat tersangka, satu di antaranya perempuan, terkait pengiriman narkotika golongan I bukan tanaman, jenis sabu.

Tiga tersangka yang diamankan diantaranya SW (24) warga Sumatera Barat, LZ (35) warga Jawa Barat, AP (24) warga Jakarta, dan seorang perempuan berinisial DL (47) warga Jakarta. Keempat tersangka ditangkap dalam waktu dan tempat yang berbeda pasca polisi melakukan pengembangan kasus.

Kapolda Lampung, Inspektur Jenderal Polisi Suntana menyebutkan, berdasarkan kronologi penangkapan, pada Minggu (11/3) sebuah kendaraan bus NPM bernomor polisi BA 7221 NU yang hendak menyeberang melalui pelabuhan Bakauheni dihentikan oleh petuas Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni. Saat diperiksa ditemukan dalam sebuah tas ransel narkotika jenis sabu dalam 10 bungkus plastik bening.

“Narkotika jenis sabu tersebut dibungkus dalam plastik bening dilapisi alumunium foil dan dimasukkan dalam tas ransel dan kardus yang ditemukan dalam bagasi bus sebelah kiri, berkat kejelian petugas barang tersebut bisa ditemukan,” ungkap Kapolda Lampung Irjen Pol Suntana dalam ungkap kasus di Pelabuhan Bakauheni, Jumat (23/3/2018)

Setelah dilakukan pemeriksaan tas berisi narkotika tersebut terbukti milik salah satu penumpang bernama SW asal Sumatera Barat. Polres Lamsel selanjutnya melakukan pengembangan kasus tersebut yang ternyata melibatkan salah satu narapidana di Lapas Cipinang. Dalam pengakuan kepada petugas, SW diupah sebesar Rp3 juta sebagai ongkos jalan dari total Rp15 juta yang dijanjikan untuk mengirim narkotika tersebut ke Jakarta.

Kapolda Lampung
Kapolda Lampung, Irjen Pol Suntana (tengah), Kapolres Lamsel AKBP M.Syarhan (kiri) dan Direktur Utama PT.ASDP Indonesia, Ira Puspadewi (kanan) dalam ungkap kasus pengamanan sabu di pelabuhan Bakauheni [Foto: Henk Widi]
SW menyebut berangkat dari Sumatera Barat pada Jumat (9/3) menuju ke Jakarta membawa paket sabu dalam tas tersebut. Pasca ditangkap, tersangka menyebut mengirim barang haram tersebut atas perintah DD yang meminta mengambil barang haram tersebut berikut telepon seluler untuk komunikasi dengan JP yang merupakan napi di Lapas Cipinang.

Saat dilakukan penelusuran oleh Satnarkoba Polres Lamsel tersangka lain berhasil diamankan pada Senin (12/3) seorang tersangka lain bernama LZ yang menerima narkotika jenis sabu dengan berat 7 kilogram dari tersangka AW.

Pengembangan polisi lebih lanjut berhasil mengamankan tersangka AP yang memesan sabu dengan berat 2 kilogram. Selanjutnya satu tersangka perempuan berinisial DL berhasil diamankan di satu lokasi yang sama di salah satu hotel di Jakarta setelah menerima pesanan sabu seberat 1 kilogram.

“Para tersangka diamankan di beberapa kamar yang berbeda pada salah satu hotel di Jakarta dengan memberi imbalan kepada tersangka SW bervariasi mulai dari tiga hingga lima juta, kami juga masih mengejar beberapa DPO lain terkait kasus narkotika ini,” beber Irjen Pol Suntana.

Barang bukti narkotika jenis sabu seberat 10 kilogram atau 1000 gram tersebut menurut Irjen Pol Suntana diestimasikan senilai Rp15 Milyar dengan asumsi 1 gram seharga Rp1,5juta. Selain itu sebanyak 50.000 orang dikhawatirkan menjadi korban dengan asumsi 1 gram dikonsumsi sebanyak 5 orang.

Para tersangka disebut Irjen Pol Suntana, terbukti melanggar pasal 112 ayat (2), pasal 114 ayat (2) dan pasal 115 ayat (1), pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Akibat melanggar UU 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika tersebut para pelaku terancam pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 20 tahun penjara dan denda maksimum Rp10 Milyar.

Baca Juga
Lihat juga...