Polda Sumbar Amankan Ratusan Kardus Oli Bermerek Palsu

Editor: Irvan Syafari

436

PADANG — Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Barat mengamankan ratusan kardus oli atau pelumnas sepeda motor tanpa hak guna merek dan desain industri pelumnas merek Federal Oil Ultratec dan Federal Oil Matic.

Direktur Reskrimsus Polda Sumatera Barat Kombes Pol Margiyanta mengatakan, ada satu orang pelaku yang diamankan bersama barang bukti 538 kardus masing-masing isi 24 botol, baik itu Federal Oil Ultratec dan Federal Oil Matic.

Selain menemukan yang sudah siap edar, kepolisian juga menemukan 10 botol kosong pelumas merek Federal Oil Matic 30 10 W-30 dan Oil Federal Ultratec 20 W – 50 isi 0,8 l. Tidak hanya itu, juga ada mendapatkan 25 lembar faktur penjualan Federal Oil Matic dan Federal Oil Ultratec, serta beberapa barang bukti lainnya.

“Tempat kejadian di Toko Aneka Sepeda yang berada di Simpang Lintas Lubuk Alung Korong Pasa Kandang, Kenagarian Balai Hilia Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, pada hari Rabu 21 Maret pekan lalu,” sebutnya, dalam jumpa pers di Mapolda Sumatera Barat, Rabu (28/3/2018).

Menurutnya, diamankannya 538 kardus oli itu berdasarkan adanya laporan dari PT Federal Karyatama kepada Polda Sumatera Barat. Pihak perusahaan menduga adanya salah satu pelanggan distributor yang melakukan menggunakan merek Federal Oil, padahal bukan produk asli dari PT Federal Karyatama.

Margiyanta juga mengatakan, untuk sampai saat ini pelaku belum ditahan, karena berdasarkan Undang-undang No.20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis. Pada  Pasal 100 menjelaskan, setiap orang yang dengan tanpa hak menggunakan merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya dengan merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan atau jasa sejenis yang diproduksi dan atau diperdagangkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun atau denda Rp2 miliar.

“Jadi oli ini sudah beredar selama dua tahun ini diseluruh daerah Sumatera Barat. Tentunya akan kita sita oli yang dijual pelaku,” tegasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT Federal Karyatama Mohammad Rofiaddin mengatakan pelaku merupakan pelanggan distributor perusahaannya di Sumatera Barat. Pelaku terakhir menjadi pelanggan distributor Federal Oil setahun yang lalu.

Akan tetapi meski tidak menjadi pelanggan, namun dari laporan masyarakat pelaku tetap menjual Federal Oil. Kecurigaan itu muncul, sehingga mencoba mencari informasi lebih lanjut.

“Jadi setelah kita coba memastikan Federal Oil yang mana dijualnya oleh palaku, saya yang juga sebagai palapor dari kasus ini yang ditunjuk pimpinan perusahaan, menyampai hal ini ke pihak kepolisian. Ternyata setelah satahu berjalan pendidikan kepolisian, hasil yang didapatkan ternyata dugaan kami benar, pelaku menggunakan merek Federal Oil tapi oli nya bukan asli miliki Federal Oil,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, zat aditif yang terdapat dalam oli yang dijual pelaku dengan merek yang sama, tidaklah sama kandungan zat aditif yang tedapat pada Federal Oil yang aslinya. Oli yang dijual pelaku lebih rendah dari yang Federal Oil aslinya, sehingga sangat tidak bagus digunaakan kendaraan.

“Kalau ada pengendara yang menggunakan oli dari pelaku, hal yang dirasakan palingan belum sampai satu pekan, mesinnya akan terasa kurang bagus. Hal itu dikarenakan zat aditifnya rendah, dan tidak bagus untuk pelumnas,” ujarnya.

Mohammad Rofiaddin mengaku untuk mengetahui perbedaan antara oli asli federal dengan oli yang dibuat pelaku, sangat sulit dilihat dari luar kemasan. Tapi, akan mudah dikenal, apabila olinya dituangkan, dan akan diketahui bahwa oli yang dibuat pelaku berbeda dengan Federel Oil yang aslinya.

Lihat juga...

Isi komentar yuk