Polsek Penengahan Amankan Gereja Santo Petrus dan Paulus Selama Ibadah Ekaristi

Editor; Irvan Syafari

277
Kanit Binmas Polsek Penengahan,Aipda Nurkholis melakukan pengamanan Ekaristi umat Katolik di Gereja Santo Petrus dan Paulus Lampung Selatan/Foto: Henk Widi.

LAMPUNG — Keluarnya surat edaran dari Kementerian Agama untuk mewaspadai serangan pada pemuka agama, Kepolisian Sektor Penengahan mulai melakukan pengamanan rumah ibadah salah satunya gereja.

Kepala Unit Pembinaan Masyarakat (Kanit Binmas) Polsek Penengahan Aipda Nurkholis mengatakan, surat edaran yang dijadikan pedoman pengamanan rumah ibadah meliputi masjid, musala, gereja, pura dan vihara.

Nurkholis menyebut selain surat edaran pengamanan rumah ibadah atas instruksi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, pengamanan tempat ibadah sekaligus instruksi Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan agar keamanan di tempat ibadah semua agama diperketat. Pengamanan tersebut diakuinya juga berkaitan dengan adanya kasus kasus sebelumnya adanya serangan terhadap pemuka ahama di masjid dan gereja.

Salah satu surat edaran dari Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam yang menjadi pedoman diakuinya bernomor B.829/DJ.III/HM.00/02/2018 tentang Pengamanan Masjid dan Musala.

Instruksi tersebut  dibuat dan diedarkan juga oleh Dirjen Bimas Kristen, Dirjen Bimas Katolik, Dirjen Bimas Hindu dan Dirjen Bimas Buddha ke pengurus rumah ibadah sesuai agamanya.

“Selain edaran dari Kementerian Agama seluruh kepolisian sektor di wilayah hukum Polres Lampung Selatan juga memberikan insruksi untuk pengamanan tempat ibadah semua agama, saat ini pada hari Minggu sejumlah gereja yang melaksanakan ibadah dijaga oleh personil polisi,” ujar Nurkholis saat ditemui Cendana News di areal Gereja Santo Petrus dan Paulus kecamatan Penengahan, Minggu (4/3/2018)

Menurut Nurkholis dalam waktu dekat umat Katolik juga akan merayakan Hari Raya Paskah dan umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi. Berkaca dari penyerangan tokoh agama salah satunya penyerangan di Gereja Santa Lidwina, Sleman, Yogyakarta pada 11 Februari 2018, pengamanan dilakukan pada saat pelaksanaan ibadah.

Pihak polisi berkoordinasi dengan tokoh masyarakat untuk melaporkan perkembangan situasi keamanan dan setiap kejadiaan gangguan keamanan pada kepolisian. Selain pengurus rumah ibadah, ia juga berharap keamanan di setiap kampung bisa terus ditingkatkan melibatkan RT/RW,lurah,camat dan kepolisian.

“Selama ini sudah kita hidupkan fungsi Siskamling dengan koordinasi yang berkelanjutan melalui Bhabinkamtimbas untuk pemeliharaan keamanan,” beber Nurkholis.

Kata dia, kegiatan ronda malam, Poskamling selain memiliki fungsi menjaga keamanan lingkungan, juga untuk melakukan deteksi dini kejadian yang tak diinginkan. Kepada setiap ketua RT/RW dan kepala desa, ia berpesan agar bisa mendata setiap warga asing yang tinggal di desa. Langkah ini untuk menghindari warga yang tidak dikenal dan tidak diketahui asal usulnya.

Ibadah ekaristi di Gereja Santo Petrus dan Paulus yang dipimpin oleh Pastor Wolfram Safari, Pr berlangsung dengan khidmat. Ratusan umat Katolik dari beberapa wilayah unit pastoral Bakauheni yang merayakan ibadah Ekaristi menjalankan masa Prapaskah Ketiga sebelum Hari Raya Paskah. Setelah masa Praspaskah umat Katolik akan merayakan Jumat Agung pada 30 Maret mendatang dan dilanjutkan Hari Raya Paskah pada 1 April mendatang.

Suasana perayaan ekaristi di Gereja Santo Petrus dan Paulus desa Pasuruan Lampung Selatan/Foto: Henk Widi.

 

Pada homili atau kotbah ibadah Ekaristi minggu Prapaskah ketiga Pastor Wolfram Safari, Pr menghimbau umat agar memiliki sikap menjaga rumah ibadah. Selain itu dalam menjalankan masa Prapaskah diwajibkan menjalankan masa pantang dan puasa agar umat bisa menyambut Paskah dengan hati yang bersih.

Baca Juga
Lihat juga...