banner lebaran

Posdaya Bunga Tanjung, tak Memiliki Masyarakat Prasejahtera

Editor: Satmoko

241
Ketua Posdaya Bunga Tanjung Sayu Putu Ratniati/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri – Posdaya Bunga Tanjung, yang berada di Kelurahan Pitameh Tanjung Saba Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang, Sumatera Barat, merupakan satu-satunya posdaya yang masyarakat sekitarnya tidak hidup dalam golongan prasejahtera.

Meski tinggal di kawasan lingkungan yang secara fisik bangunan rumah penduduknya berukuran kecil, ternyata persoalan ekonomi keluarga terbilang cukup bagus. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan pabrik getah yang ada di sekitar daerah Pitameh. Sehingga rata-rata masyarakat setempat bekerja sebagai buruh, serta adanya usaha rumahan bagi para ibu rumah tangga.

Ketua Posdaya Bunga Tanjung, Sayu Putu Ratniati mengatakan, di sekitar Posdaya Bunga Tanjung jumlah penduduknya mencapai 300 Kepala Keluarga (KK). Sebagian dari jumlah penduduk yang ada tersebut, merupakan penikmat Tabur Puja, yang terdiri para ibu rumah tangga.

“Di sini masyarakat kita semuanya Keluarga Sejahtera 1 (KS 1) dan tidak ada yang prasejahtera. Target kita ya untuk ibu-ibu rumah tangga yang ingin membuka usaha lagi. Untuk itu setiap yang mengajukan pinjaman, selalu saya seleksi betul,” katanya, Sabtu (24/3/2018).

Ia menyebutkan, jika dihitung untuk nasabah yang kini masih aktif mencapai 85 orang. Di antara jumlah itu, 34 orang pinjaman modal usahanya telah mencapai tingkatan Rp5 juta. Usaha yang dijalani juga beragam, mulai dari usaha jahitan, pedagang warung kelontong, kue kering dan kue basah, serta juga ada usaha kerajinan.

Menurutnya, semenjak ada Tabur Puja di Posdaya Bunga Tanjung, sangat terasa dan terlihat geliat usaha-usaha masyarakat setempat. Pekarangan rumah yang selama ini lepas saja, kini dimanfaatkan dengan membuka usaha warung kelontong. Artinya dengan demikian, perekonomian masyarakat tumbuh dengan baik.

“Jadi ibu-ibu di sini bisa menabunglah dari hasil usahanya. Karena untuk kebutuhan rumah tangga bisa dipenuhi dari penghasilan sang suami yang bekerja sebagai seorang buruh,” jelasnya.

Sementara itu, Manajer Tabur Puja Padang, Indra mengatakan, Posdaya Bunga Tanjung merupakan posdaya yang tertua di Kota Padang. Berdirinya Posdaya Bunga Tanjung lebih dulu dibandingkan adanya Tabur Puja di Padang.

Ia mengaku, soal manajemen yang bagus di Posdaya Bunga Tanjung tidak terlepas dari pengalaman berjalannya Posdaya Bunga Tanjung tersebut. Terlebih lagi, Ketua Posdaya yang ada juga memiliki pengalaman dari sejumlah organisasi, sehingga persoalan menjalankan Posdaya relatif tidak ditemukan.

“Selain Posdaya Bunga Tanjung, juga ada Posdaya Bahagia, yang terbilang cukup lama ada di Kota Padang ini. Jadi dengan hadirnya Tabur Puja, keberadaan Posdaya kembali bergairah,” ungkapnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.