Posdaya Bunga Tanjung, Tempat Bertemu Beragam Lapisan Masyarakat

Editor: Satmoko

209
Ketua Posdaya Bunga Tanjung Padang, Sayu Putu Ratniati/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri – Posdaya Bunga Tanjung, yang berada di Kelurahan Pitameh Tanjung Saba Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang, Sumatera Barat, terbilang salah satu Posdaya yang berdiri cukup lama.

Keberadaannya di lingkungan masyarakat yang bekerja sebagai seorang buruh, menjadikan Posdaya Bunga Tanjung sebagai bagian wadah pertemuan beragam lapisan masyarakat. Ada yang juga menarik dari Posdaya Bunga Tanjung ini, yakni Ketua Posdaya yang ternyata seorang perempuan asal Provinsi Bali.

Ketua Posdaya Bunga Tanjung itu, yakni Sayu Putu Ratniati. Dari namanya, cukup mudah dikenal sebagai nama kelahiran dari Bali. Tapi, meski memiliki darah Bali, peran Mbok Sayu, demikian ia akrab dipanggil, ternyata mampu memberikan perhatian yang positif bagi masyarakat setempat.

Ia menceritakan, dirinya datang ke Kota Padang pada tahun 1983. Semenjak itu, dan setelah mendapat jodoh di Kota Padang, Mbok Sayu belum pernah lagi kembali ke Bali. Selain sibuk dengan urusan keluarga, ia juga sibuk dengan sejumlah organisasi yang dijalani.

“Saya termasuk orang yang cukup banyak memiliki peran di sejumlah organisasi, salah satunya menjadi Ketua PKK tingkat kecamatan, lalu juga menjadi kader serta meraih prestasi di berbagai organisasi sosial,” jelasnya, Jumat (23/3/2018).

Akan tetapi, seiring waktu berjalan, melihat geliat Mbok Sayu di sejumlah organisasi, masyarakat pun membentuk sebuah Posdaya, dan masyarakat juga menunjuk langsung Mbok Sayu untuk menjadi Ketua Posdaya Bunga Tanjung, sejak tahun 2013 hingga sekarang.

Ia mengaku, tidak pernah terpikirkan baginya untuk memimpin sebuah Posdaya, yang merupakan sebuah tempat untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai kalangan.

Bahkan, Mbok Sayu pun tidak pernah menawarkan diri menjadi Ketua Posdaya Bunga Tanjung, tapi murni atas kehendak dari masyarakat setempat.

Adanya kepercayaan masyarakat itulah, menjadi bekal Mbok Sayu menjalankan Posdaya ditambah dengan pengalaman organisasi yang dimiliki selama ini. Hingga akhirnya, pada tahun 2014 lalu, masuk Tabur Puja, sebuah program dari Yayasan Damandiri untuk membantu masyarakat prasejahtera mengembangkan usaha, membuat Mbok Sayu semakin berkeinginan membesarkan Posdaya Bunga Tanjung.

“Posdaya ini berdiri sebelum adanya Tabur Puja. Jadi, yang saya lihat, selama ini masyarakat sibuk dengan kehidupannya masing-masing. Tapi dengan adanya Posdaya bisa menjadi tempat bagi masyarakat untuk saling mengenal dan bersilaturahmi,” ucapnya.

Menurutnya, Posdaya tidak hanya sekadar sebuah tempat untuk menjadikan masyarakat saling kenal dan saling dekat. Tapi, Posdaya juga merupakan keluarga besar. Apalagi dirinya yang merupakan seorang perempuan asal Bali, memiliki keluarga di Padang, adalah suatu kebanggaan.

Mbok Sayu menyatakan, Posdaya yang dipimpinnya terbilang cukup bagus ketimbang Posdaya lain yang ada di Kota Padang. Pasalnya, cukup banyak kegiatan yang diselenggarakan di Posdaya Bunga Tanjung, seperti senam bersama, gotong royong untuk berkebun bersama, dan banyak kegiatan lainnya.

Sementara, soal usaha yang dijalani oleh anggotanya, kini juga tumbuh dengan baik.

Ia melihat, adanya hal itu, berkat sistem memimpin Posdaya yang ia jalani secara tegas, sehingga persoalan mendapatkan pinjaman modal usaha perlu diteliti dengan baik.

“Kini saya bersama 5 orang anak dan suami saya, hidup berbahagia, dan saya mendapatkan keluarga di Pitameh Tanjung ini,” tegasnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.