Posdaya Pesantunan Berdayakan Warga Kelola Sampah

Editor: Koko Triarko

176

BREBES – Sesuatu yang tidak berguna, dan karena itu dibuang, seperti sampah, jika diberdayagunakan akan menghasilkan. Hal inilah yang dilakukan Posdaya Desa Pesantunan, Brebes, Jawa Tengah, melalui program Bank Sampah, yaitu mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah.

Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah-pilah itu disetorkan kepada pengepul sampah, kemudian nantinya ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah.

Mobinta Kusuma, M.Pd., anggota pendamping Desa Mandiri Lestari (DML) Pesantunan dari LPPM Universitas Pancasakti Tegal, menyampaikan, Bank Sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan. Para penyetornya adalah warga di sekitar lokasi bank dan mereka mendapat buku tabungan seperti menabung di bank.

“Program Bank Sampah di Desa Pesantunan ini mendapat pengarahan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Kabupaten Brebes, “ kata Mobinta Kusuma, M.Pd., kepada Cendana News, via pesan WhatsApps, beberapa waktu yang lalu.

Perolehan sampah per bulan masih di bawah 500 kg, hal tersebut karena beriringan dengan kegiatan sosialisasi tentang kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah.

Rudi Hartono, Ketua Bank Sampah Santun Asri Desa Pesantunan, menyerahkan tabungan sampah untuk ibu-ibu RW. –Foto: Akhmad Sekhu

“Jumlah KK yang mencapai 4.200an, sebenarnya merupakan potensi yang luar biasa jika pengelolaan sampah dikelola secara baik,“ ungkapnya.

Di desa Pesantunan, ada Bank Sampah Tingkat Desa bernama Bank Sampah ‘Santun Asri’, sebagai Bank Sampah induk desa, dikelola.pengurus yang diketuai Rudi Hartono.

“Kemudian, di tingkat RW terdapat unit Bank Sampah RW yang dikelola oleh ibu-ibu RW, yang kebanyakan ibu-ibu Posdaya Desa Pesantunan Brebes, “ paparnya.

Mobinta menerangkan, bahwa Bank Sampah dilakukan Posdaya Desa Pesantunan Brebes baru operasional per Desember 2017. “Bank Sampah ini berdiri, karena adanya keprihatinan kita akan lingkungan hidup yang semakin lama semakin dipenuhi sampah, baik organik maupun anorganik, “ bebernya.

Indonesia dinobatkan sebagai salah satu negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah Cina. Sampah yang dihasilkan juga banyak mencemari lautan yang sebagian dihasilkan dari wilayah daratan, terutama kota-kota besar.

“Kita sangat prihatin dengan kenyataan itu,“ tegasnya.

Sampah yang semakin banyak tentu akan menimbulkan banyak masalah, sehingga memerlukan pengolahan seperti membuat sampah menjadi bahan yang berguna.

“Pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah ini kita harapkan mampu membantu pemerintah dalam menangani sampah dan juga kita harapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,“ tandasnya.

 

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.