banner lebaran

Posko Konservasi Laskar Hijau di Lumajang Dirusak

239
Ilustrasi poster Laskar Hijau - Foto: Istimewa

LUMAJANG – Posko konservasi LSM Laskar Hijau di Gunung Lemongan dirusak orang tidak bertanggungjawab, Selasa (13/3/2018). Posko tersebut selama ini berfungsi sebagai basecamp para relawan sekaligus menjadi pos pantau kebakaran hutan dan lahan kerja sama antara Pemkab, Polres, Kodim 0821 dan Laskar Hijau.

Relawan Laskar Hijau Kamal Pasha mengatakan, perusakan terjadi pada bangunan utama dari posko. “Perusakan terjadi pada bangunan bagian depan yang terbuat dari bambu, kamar mandi dan bak penampung air yang berfungsi untuk menyiram tanaman saat musim kemarau,” kata Kamal.

Kamal bersama dengan Haryanto, Ilal Hakim, dan Adi di Lumajang adalah relawan yang pertama kali mengetahui adanya aksi perusakan tersebut. Selain merusak fasilitas posko, pelaku juga menebangi ratusan pohon yang sudah ditanam sejak 2008 oleh para relawamn.

Pohon yang dirusak diantaranya adalah durian, manggis, leci, dan beragam jenis tanaman konservasi. “Berdasarkan analisa dari Tim Investigasi Laskar Hijau, perusakan dilakukan pada malam hari dan pelakunya lebih dari satu orang karena hal itu terlihat dari banyaknya jumlah pohon yang dirusak, bahkan perusakan itu jelas sangat masif dan terencana,” tambah Kamal.

Koordinator Laskar Hijau A’ak Abdullah Al-Kudus menyebut, ada dua motif dibalik aksi perusakan posko konservasi dan tanaman tersebut. Keberadaan oknum masyarakat yang pekerjaannya merambah hutan lindung, bahkan seringkali dengan cara membakar disebut-sebut ada dibalik aksi tersebut.

“Hutan lindung yang sudah dibuka nantinya akan dijadikan kebun sengon, ada yang nantinya kebun sengon itu dirawat hingga panen, tapi ada pula yang lahan tersebut dijual ketika tanaman sengonnya berumur satu tahun atau lebih,” jelasnya.

Setelah berhasil menjual, oknum tidal bertanggungjawab kemudian membuka hutan lindung lagi. Sedangkan Laskar Hijau selama ini berupaya menjaga dan menanami kawasan hutan lindung itu dengan tanaman bambu dan buah-buahan, agar ekosistem di Gunung Lemongan kembali hijau.

“Aktivitas Laskar Hijau dianggap sebagai hambatan bagi bisnis mereka, sehingga hampir setiap tahun tanaman Laskar Hijau dirusak dan dibakar, namun para relawan tidak mau menyerah dan pada musim hujan berikutnya kawasan tersebut ditanami lagi dengan bambu dan buah-buahan,” katanya.

Motif kedua, para pelaku perusakan hutan sebenarnya sudah pernah dilaporkan ke kepolisian baik oleh Laskar Hijau maupun oleh Perhutani dengan beragam tuduhan. Tuduhan yang dilayangkan diantaranya pembakaran hutan, perusakan pohon hingga ilegal logging.

Tercatat sudah ada sekira 17 laporan polisi. “Hingga kini belum ada satupun dari terlapor yang dihukum, mereka masih bebas berkeliaran karena mereka menganggap tidak ada konsekuensi hukum, mereka akhirnya merusak hutan lagi,” ujarnya.

Atas perusakan itu, lanjut dia, Laskar Hijau mengutuk keras pelaku perusakan posko konservasi dan pohon-pohon di Gunung Lemongan. Mendesak Polres Lumajang untuk mengusut tuntas kasus itu dan menindak lanjuti semua laporan Laskar Hijau dan Perhutani yang terkait dengan perusakan hutan di Gunung Lemongan, serta menindak tegas pelaku perusakan hutan. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.