POTADS Gugah Masyarakat Peduli Anak Down Syndrome

Editor: Satmoko

380

JAKARTA – Area Car Free Day di Senayan Jakarta tampak berbeda dari biasanya. Banyak Anak Down Syndrome (ADS) berkumpul bersama menghibur diri melalui live musik.

Mereka tampak begitu sangat gembira dan bersuka cita dengan ditemani orangtua yang tergabung dalam POTADS (Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome) dan berbaur dengan masyarakat sekitar.

Hal tersebut dalam rangka memperingati Hari Down Syndrome Sedunia (HDSD) yang jatuh pada tanggal 21 Maret 2018 lalu, dimana POTADS menggelar rangkaian berbagai acara yang puncak acaranya diadakan fun walk bersama orang tua, Anak-anak Down Syndrome (ADS) dan masyarakat.

“Rangkaian acara Hari Down Syndrome Sedunia pada tahun 2018 ini dipercayakan pada saya sebagai ketua pelaksananya,“ kata Bernadeta Ketua Pelaksana Hari Down Syndrome Sedunia 2018, kepada Cendana News, di area Car Free Day, Senayan, Jakarta, Minggu (25/3/2018).

Konsep acaranya, kata Bernadeta, mengambil tema ‘Aku Ada, Aku Bisa’.

Bernadeta Ketua Pelaksana Hari Down Syndrome Sedunia 2018 (Foto Ahmad Sekhu)

“Acaranya bervariasi yang semuanya tentu untuk menunjukkan bahwa anak-anak Down Syndrome pun bisa berkarya dalam pentas seni budaya dan olahraga,” bebernya.

Melalui rangkaian acara HDSD ini, Bernadeta ingin menyampaikan kepada masyarakat, bahwa banyak anak penyandang Down Syndrome yang juga mandiri dan menempuh pendidikan dengan baik.

“Mereka juga mampu menunjukkan potensi dan taleta dalam dirinya, bahkan hingga akhirnya mandiri dan membangun keluarga sendiri,“ ungkapnya bangga.

Bernadeta bersyukur banyak pihak swasta yang sekarang mau mendukung dan menjadi sponsor berbagai rangkaian acara Hari Down Syndrome Sedunia.

“Kami juga ingin pemerintah menyediakan fasilitas dan bantuan untuk anak-anak penyandang Down Syndrome,“ ungkapnya.

Harapan Bernadeta, acara ini dapat menggugah berbagai pihak untuk lebih mengenal, peduli dan menerima keadaan anak-anak penyandang Down Syndrome.

“Serta dapat memberi kesempatan bagi mereka untuk berprestasi di tengah-tengah kehidupan masyarakat pada umumnya,“ tegasnya.

Anak-anak penyandang Down Syndrome juga punya hak hidup normal sebagaimana anak-anak pada umumnya.

“Maka dari itu kami ingin masyarakat mau menerima anak-anak tersebut secara wajar sebagaimana anak pada umumnya,“ tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...