Potensi Sorgum di NTT Belum Digarap Maksimal

Editor: Irvan Syafari

322
Maria Loretha petani yang giat mengembangkan sorgum dengan berbagai varietasnya-Foto: Ebed de Rosary.

LARANTUKA –– Potensi tanaman Sorgum di wilayah Provinsi NTT khususnya di daerah-daerah lahan kering dan tandus belum digarap secara maksimal, sehingga penanaman sorgum masih hanya dikembangkan secara besar-besaran di Kabupaten Flores Timur (Flotim) saja.

“Potensinya sangat besar namun belum digarap secara maksimal. Kita harapkan agar intervensi pemerintah pusat dan daerah bisa lebih maksimal sebab sorgum bisa menjadi bahan pangan alternatif dan juga menambah penghasilan petani,” ujar Maria Loretha, salah seorang petani Sorgum, Senin (26/3/2018).

Dikatakan Maria, memang selama ini sudah ada intervensi dari Kementrian Pertanian setelah dilakukan pertemuan. Sayangnya, intervensi yang dilakukan masih belum maksimal termasuk di Flores Timur sendiri.

“Perlu ada program berkelanjutan sehingga penanaman sorgum tidak hanya dilakukan saat ada program saja, tetapi penanaman sorgum selalu dilakukan setiap tahun. Sebab potensi pemasarannya pun sangat bagus,” tuturnya.

Untuk pemasarannya lanjut Maria, ada beberapa pengusaha dari Denpasar dan pulau Jawa yang siap membeli hasil panen petani. Tetapi bila produksinya besar, maka pengusaha pun akan rutin melakukan pembelian hasil produksi di sentra-sentra pertanian sorgum.

“Pemerintah daerah bisa membangun kerja sama dengan pengusaha asalkan ada jaminan penanaman sorgum rutin dilakukan sama seperti menanam jagung dan padi.Banyak lahan tandus di Kabupaten Flotim, Lembata dan Sikka yang bisa dimanfaatkan untuk menanam sorgum,” terangnya.

Untuk Flotim tandas Maria, potensi lahan sorgum bisa dikembangkan hingga ribuan hektare, tetapi target yang dikembangkan pihaknya hanya 800 hektar saja seuai kerja sama dengan Yaspensel Keuskupan Larantuka dan Yayasan Kehati. Jika ada intervensi besar-besaran dari pemerintah tentu potensi sorgum bisa dikembangkan secara besar-besaran.

Bupati Flores Timur Antonius Gege Hadjon mengakui, Flotim merupakan salah satu daerah yang sangat potensial untuk pengembangan sorgum. Sejak 2014, pihak Yaspensel Keuskupan Larantuka bersama Maria Loretha telah mengembangkan tanaman sorgum secara besar-besaran.

“Memang lahan pertanian di Flotim sangat cocok untuk pengembangan tanaman ini seprti di pulau Solor dan beberapa wilayah tandus di Flores daratan seperti di Kecamatan Ile Bura, Demon Pagong dan Tanjung Bunga dan lainnya. Ke depan kita akan melakukan kerja sama dengan pihak Yaspensel untuk mengembangkannya,” tuturnya.

Tanaman sorgum ini lanjut Anton sapaannya, memang sangat potensial dikembangkan mengingat wilayah Flotim selain banyak memiliki lahan tandus, lahan-lahan tersebut juga merupakan lahan tidur sehingga belum dimanfaatkan.Lahan ini yang nanti akan dijadikan sebagai sentra pertanian sorgum.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.