Produksi Ikan Asin di Ketapang Capai Satu Ton per Hari

Editor: Koko Triarko

417

LAMPUNG –  Musim ikan pepirik pada Maret hingga April, membuat pasokan bahan baku ikan asin di wilayah pesisir timur kecamatan Ketapang, melimpah. Samsu Alam (38), warga desa Ketapang, menyebut jenis ikan pepirik merupakan ikan yang ditangkap menggunakan jaring payang.

Dalam satu kali penangkapan, nelayan kerap memperoleh hasil sekitar 100 hingga 300 kilogram dan dijual ke Samsu Alam sebagai produsen ikan asin rebus.

Ikan pepirik yang hidup secara berkelompok, kerap ditangkap nelayan dan dibeli oleh Samsu Alam dengan harga Rp1.000 per kilogram. Selanjutnya direbus dengan menggunakan garam yang dibeli dari distributor garam, per sak isi 50 kilogram seharga Rp190.000. Perebusan dilakukan dengan bahan bakar kayu selama hampir lima jam untuk satu ton ikan pepirik.

“Ikan jenis pepirik memang sedang melimpah, sementara tangkapan ikan jenis lain seperti layur, teri dan ikan tengkurungan yang banyak terdapat di wilayah pesisir timur Lampung,” ungkap Samsu Alam, saat ditemui Cendana News di lokasi pembuatan ikan asin di desa Ketapang, Kamis (1/3/2018).

Ikan pepirik, katanya, pada musim yang melimpah kerap tidak dimanfaatkan nelayan. Di sejumlah produsen ikan asin lain dari nelayan dibeli dengan harga Rp500, Rp700, namun untuk membantu nelayan Samsu Alam membeli dari nelayan seharga Rp1.000 per kilogram.

Ikan pepirik dalam kondisi basah, dalam sehari bisa mencapai satu ton dan diolah menjadi ikan asin pepirik.

Ikan pepirik yang banyak terdapat di wilayah perairan tepi pantai sejauh satu mil, dibuat menjadi ikan asin dan dikirim ke Jakarta berkisar lima kuintal hingga satu ton bersama ikan jenis lain.

Ikan asin jenis lain yang diproduksi di antaranya ikan layur, ikan kerong-kerong, kepala batu, teri katak serta ikan jenis lain. “Ikan asin menjadi salah satu sumber pendapatan bagi nelayan untuk peningkatan pendapatan bagi nelayan,” beber Samsu Alam.

Hasil pembuatan ikan asin di wilayah Ketapang, menurut Samsu Alam, memiliki sisi positif bagi nelayan dan pekerja. Bagi nelayan, produsen pembuat ikan asin bisa menjual ikan pirig dan jenis ikan lain kepada produsen ikan asin. Jenis ikan layur dibeli dari nelayan seharga Rp4.000 dan saat dikeringkan dijual Rp18.000 per kilogram. Ikan kerong-kerong dibeli Rp5.000 per kilogram dan saat kering dijual Rp15.000. Ikan kepala batu Rp6.000 dijual Rp12.000 dan ikan pirig rebus yang dibeli Rp1.000 dijual Rp6.000 per kilogram.

Khusus untuk teri jengki dan teri nasi dengan harga basah Rp27.000 hingga Rp30.000, saat dikeringkan dijual Rp80.000 hingga Rp90.000 per kilogramnya. Kedua jenis ikan tersebut dalam beberapa bulan terakhir cukup sedikit dari nelayan sehingga harganya lebih mahal.

Sutini (50), pedagang ikan asin, mengaku kerap membeli ikan asin jenis ikan belah, ikan layur hasil produksi Samsu Alam. Selain dijual di warung ikan asin produksi perajin teri di Ketapang, juga dijual dengan berkeliling ke sejumlah desa di Ketapang.

Sekali membeli ikan asin, Sutini mengambil sekitar 10 hingga 15 kilogram untuk dijual kembali. “Jenis ikan asin yang disukai adalah ikan asin layur yang dipergunakan untuk olahan makanan tradisional dan bisa disimpan dalam waktu lama,” beber Sutini.

Saat ini, ia menyebut ikan asin masih banyak diminati warga terutama di wilayah yang jauh dari laut. Ikan asin yang dipergunakan sebagai lauk tersebut bahkan menjadi pilihan lauk dengan harga yang terjangkau.

Saat kondisi cuaca panas dan cuaca membaik, hasil produksi ikan asin cukup melimpah dibandingkan saat musim hujan.

Baca Juga
Lihat juga...