Program SIWAB di NTT Dorong Peningkatan Populasi Sapi

297

KUPANG – Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dani Suhadi, mengemukakan, program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus-Siwab) mampu meningkatkan populasi di provinsi tersebut hingga mencapai 1.003.000 ekor.

“Program Upsus-Siwab dengan inseminasi buatan dari Kementerian Pertanian ini memiliki andil yang cukup besar meningkatkan populasi sapi di NTT, karena sudah mendorong tingkat kebuntingan yang tinggi,” kata Dani Suhadi, di Kupang, Rabu (28/3/2018).

Ia menjelaskan, hasil pencatatan langsung para petugas lapangan pada 2017 lalu mendapati tingkat kebuntingan sapi di alam mencapai hingga 120.000 ekor. Capaian itu menempatkan NTT pada urutan pertama sebagai provinsi dengan tingkat kebuntingan sapi tertinggi secara nasional.

Dani menjelaskan, angka kelahiran sapi yang tercatat langsung di lapangan pada 2017 lalu mencapai 47.000 ekor. Jumlah itu yang berhasil tercatat, namun pihaknya memperkirakan angka kelahiran sapi bisa mencapai hingga 120.000-125.000 ekor.

“Karena memang medan kita di NTT cukup sulit, sehingga banyak di pelosok-pelosok belum tercatat, tapi perkiraan kami seperti itu dengan angka kebuntingan alam yang tinggi,” katanya.

Ia mengemukakan, dari angka kelahiran sapi yang tercatat sebanyak 47.000 ekor tersebut, 30 persen di antaranya berkat dukungan inseminasi buatan melalui program Upsus-Siwab.

“Sehingga memang kontribusi Upsus-Siwab ini cukup besar mendongkrak populasi sapi kita yang hingga akhir 2017 lalu sudah mencapai 1.003.000 ekor,” katanya.

Ia menambahkan, dalam tahun 2018, target inseminasi buatan secara reguler akan diberikan terhadap 25.500 ekor sapi untuk mendukung angka kebuntingan yang tinggi.

“Jumlah ini untuk yang dari dinas kami di provinsi, nanti totalnya ditambahkan lagi dengan jumlah pemberian inseminasi buatan dari kabupaten-kabupaten,” katanya.

Selain itu, pihaknya menargetkan angka kebuntingan sapi yang dihasilkan melalui pengendalian dan pemeriksaan di padang-padang penggembalaan para petani peternak sebanyak 120.000 ekor. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.