Program Tanam Jagung Senilai Rp4 M di Abdya Terancam Gagal

221
Jagung, ilustrasi -Dok: CDN

BLANGPIDIE – Program tanam jagung seluas sekitar 5.000 hektare di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh, terancam gagal, sehingga Rp4 miliar lebih dana APBN yang dikucurkan pemerintah untuk pengadaan bibit dan pupuk menjadi sia-sia.

Berdasarkan data yang dihimpun wartawan di Blangpidie, Selasa (27/3/2018), para petani di Kabupaten Abdya diajak oleh Kementerian Pertanian RI untuk mengembangkan tanaman jagung pada lahan-lahan kosong di sembilan Kecamatan seluas 5.000 hektare.

Dana untuk pembelian bibit beserta pupuk dibantu oleh Pemerintah Pusat sebagai upaya mendorong kesejahteraan petani di pedesaan, sekaligus untuk ikut serta menyukseskan program swasembada jagung Indonesia.

Sekitar Rp4 miliar lebih APBN-P 2017 dialokasikan langsung oleh Pemerintah Pusat ke masing-masing rekening kelompok tani dengan jumlah dana yang dikirim sesuai dengan luas lahan yang dimiliki petani.

Setidaknya, 166 kelompok tani yang menerima kucuran dana itu awalnya sepakat menanam jagung, sehingga pihak Dinas Pertanian dan Pangan Abdya memfasilitasi mencari distributor pengadaan benih dan pupuk yang harganya subsidi.

Sebanyak 74 ton benih jagung yang dibeli pada distributor MK dengan harga Rp45.700/Kg pada awal 2018 sudah disediakan oleh penyedia dengan harapan Februari lalu semua bibit jagung tersebut sudah ditanam oleh para petani.

Namun, harapan tersebut sepertinya tidak sesuai yang diharapkan pemerintah. Buktinya hingga akhir Maret 2018, bibit jagung bantuan yang sudah ditanam oleh petani baru sekitar 1.000 hektare dari jumlah alokasi lahan seluas 5.000 hektare.

“Berdasarkan data petugas di lapangan, hingga Minggu ketiga bulan Maret 2018 ini baru sekitar 1.000 hektare yang sudah ditanam. Selebihnya sekitar 4.000 hektare lagi belum tanam,” ungkap Darwis, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Abdya.

Petugas Dinas Pertanian Abdya sepertinya kewalahan dalam menyukseskan program tersebut. Betapa tidak? Setelah pihak distributor menyediakan bibit jagung sebanyak 74 ton, tiba-tiba sejumlah kelompok tani menolak tanam komoditas itu dengan alasan mereka tidak memiliki biaya garap lahan.

Akibat tidak dimiliki biaya garap, maka diprediksi bibit jagung, bersama pupuk bantuan untuk lahan seluas 4.000 hektare lagi disinyalir akan gagal ditanam oleh petani, apalagi saat ini petani di daerah tersebut sedang sibuk memanen padi di sawah.

“Ada 19 kelompok tani hingga kini belum mengambil bibit jagung bantuan ini. Rata-rata mereka beralasan karena tidak diberikan anggaran pengolahan tanah,” ungkap Plt Kepala Dinas Pertanian Abdya, Nasruddin, menjawab pertanyaan wartawan.

Nasruddin mengatakan, jika sejumlah kelompok tani tersebut betul-betul menolak tanam jagung, maka pengurus kelompok harus membuat surat pernyataan bermaterai supaya bibit jagung yang telah dibeli bisa disalurkan kepada petani lain.

“Kelompok tani yang menolak ini, ke depan jika ada lagi program bantuan harus kita tanya dulu keseriusannya. Kalau memang bersedia baru kita masukkan nama kelompoknya ke daftar penerima manfaat. Karena ini penyakit,” ungkapnya. (Ant)

Lihat juga...

Isi komentar yuk