Proyek Nasional di Lebak Dinilai Mampu Mendongkrak Kesejahteraan

386
Ilustrasi - Dok CDN

LEBAK – Aktivis barisan juang kolom kosong (Bajukoko), Ahmad Hakiki Hakim, mengatakan, kehadiran proyek pembangunan nasional di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dinilai luar biasa dan sangat bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat setempat.

“Kita optimis, proyek nasional dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan status sosial masyarakat juga meningkat,” kata Hakiki Hakim di Lebak, Jumat (30/3/2018).

Selama ini, pemerintah daerah sangat baik untuk mengawal proyek strategis nasional yang akan dibangun. Proyek nasional di Kabupaten Lebak itu antara lain jalan Tol Serang-Panimbang yang melintasi Kecamatan Rangkasbitung-Cibadak-Cikulur-Cileles.

Bendungan Waduk Karian, aktivasi rel kereta api Rangkasbitung-Saketi-Bayah dan jalur rel ganda atau “double treck” Commuter Line rute Rangkasbitung-Jakarta.

Kawasan “Kota Kekerabatan Maja” menjadikan kota publik yang siap menampung jutaan warga DKI Jakarta. Bila proyek nasional direalisasikan, maka secara otomatis akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan status sosial masyarakat meningkat juga penyerapan lapangan pekerjaan.

Kemungkinan Kabupaten Lebak menjadikan pusat ekonomi, perdagangan, bisnis, jasa, transportasi dan properti perumahaan.

Kejayaan Kabupaten Lebak terulang kembali seperti tempo dulu hingga Presiden pertama Indonesia, Soekarno, sempat berkunjung ke Rangkasbitung dan menemui warga Badui.

Manfaat lain proyek nasional, kata dia, Kabupaten Lebak akan terlepas dari ketertinggalanya dan bisa bersaing dengan daerah lain yang maju di Provinsi Banten.

Selama ini, Kabupaten Lebak masuk kategori tertinggal, termasuk Kabupaten Pandeglang. “Kami berharap, pembangunan proyek nasional bisa secepatnya direalisasikan, guna mendukung kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menurut dia, pembangunan Waduk Karian yang menenggelamkan warga di lima kecamatan sudah direalisasikan, sehingga diharapkan rampung sesuai target pemerintah pada 2019.

Bendungan Karian juga bisa dijadikan branding destinasi wisata, sehingga melahirkan klaster-klaster ekonomi masyarakat, seperti tumbuhnya warung-warungan dan kerajinan usaha kecil dan menengah (UKM).

Di samping itu, juga kelompok tani dapat meningkatkan produksi karena teraliri jaringan irigasi seluas 22.000 hektare. Para petani tentu sangat terbantu adanya waduk tersebut, karena bisa melaksanakan gerakan percepatan tanam tiga kali musim tanam selama setahun.

Pembangunan Bendungan Karian akan menampung 209 juta meter kubik air dan menggenangi lahan seluas 1.740 hektare dengan luas keseluruhan 2.170 hektare.

Pasokan air baku itu dengan debit air 16,6 meter kubik per detik (m3/detik) untuk kawasan industri di Serang dan Cilegon sebesar 5,5 m3/detik, Rangkasbitung sebesar 0,3 m3/detik.

Kemudian Parung Panjang sebesar 0,2 m3/detik, Tigaraksa sebesar 2,5 m3/detik, Serpong sebesar 2,8 m3/detik, Maja sebesar 0,1 m3/detik dan DKI Jakarta sebesar 3,2 m3/detik.

Selain itu juga berpotensi menghasilkan tenaga listrik sebesar 1,8 MW (megawatt). “Kami berharap pembebasan lahan Karian bisa secepatnya, guna mensukseskan pembangunan bendungan itu berjalan lancar,” jelasnya.

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak, Teguh Eko Saputro, mengatakan pemerintah daerah menyambut positif adanya proyek nasional, sehingga dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran pembangunan proyek nasional tersebut secara langsung berdampak terhadap investor yang akan menanamkan modal usahanya di Kabupaten Lebak.

“Kami mendukung proyek nasional itu karena berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi warga setempat,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.