Putu Supadma: HUT TMII Muliakan Kembali Peran Seni Budaya

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

267

JAKARTA — “Taman Mini Indonesia Indah (TMII) harus menjadi laboratorium dalam pengembangan dan kemajuan kebudayaan Indonesia dari Aceh hingga Papua,” sebut Direktur Penelitian, Pengembangan, dan Budaya TMII, Putu Supadma Rudana, pada HUT ke 43 TMII di ruang Perpuatakaan TMII, Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Menurut Putu, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawan dan pendahulunya.

“Ibu Tien dan Pak Harto membangun TMII karena untuk memberikan penghargaan kepada para pendahulunya. TMII ini menjadi ibu kota seni budaya bangsa,” kata Putu.

Ia juga mengatakan, terkait HUT ke-43, TMII menampilkan sesuatu yang menarik, yakni kearifan lokal kain Sasirangan dari Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sebagai sponsor HUT TMII.

Kalsel telah memberikan 3.100 kain Sasirangan untuk peringatan HUT Ke 43 TMII tahun 2018 ini. Kain ini bermakna sangat dalam yang mungkin orang melihat keindahan secara estetika saat kita kenakan.

“Kain Sasirangan ini melalui HUT ke 43 TMII akan mengaungkan kembali bahwa seni budaya menjadi jiwa bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, tema HUT Ke 43 TMII tahun 2018 sungguh mulia yakni “Seni Diusung, Budaya Dijunjung, Banua Bauntung”. Tema ini mengandung tiga filosofi kata yaitu, Baiman, Bauntung, dan Batuah. Yakni jelas Putu, seni memang patut digaungkan dan TMII berkomitmen untuk mengaungkan seni budaya bangsa.

“Kemuliaan budaya nusantara patut kita junjung karena merupakan puncak kebudayaan daerah. Di TMII mewakili 34 provinsi hadir melestarikan budaya bangsa,” ucapnya.

Adapun Banua Bauntung jelas dia, bahwa setiap esensi dalam perjuangan atau pengabdian maka kita memiliki iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Makna HUT TMII menjadi momentum penting dalam memuliakan kembali peran seni budaya dalam kemajuan bangsa menjadi jiwa bangsa,” imbuhnya.

Dalam perayaan HUT Ke 43 TMII ini, lanjut dia, akan ditampilkan berbagai kegiatan yang meneguhkan seni-seni tradisi yang ada diseluruh Indonesia. Tentunya tidak menutup seni kontemporer atau seni baru yang memang digeluti generasi muda saat ini.

“Pada pembukaan HUT Ke 43 TMII tanggal 15 April 2018 akan dibuka oleh Ketua MPR, Zulkifli Hasan. Ibu Siti Hardiyanti Rukmana atau Ibu Tutut akan hadir pada syukuran di tanggal 19 April,” ucapnya.

Adapun penutup HUT Ke 43 TMII adalah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Hadirnya Menpora ini menurut Putu, sangat penting karena Indonesia menjadi tuan rumah Asian Game 2018, yang tentu akan dihadiri banyak negara dan atlet juga wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.

Maka kata dia, ini momentum yang sangat tepat untuk menunjukkan kebesaran bangsa Indonesia melalui TMII dengan seni budaya yang dimiliki. Sehingga pada akhirnya negara lain memahami esensi seni budaya nusantara ini.

Putu berharap, dengan menampilkan berbagai kegiatan seni budaya bangsa ini dapat menghibur wisatawan domestik maupun mancanegara. Terpenting lagi kata Putu, masyakarat Indonesia bisa lebih mencintai seni budaya bangsanya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.