Radioterapi RSUD NTB Diharapkan Kurangi Rujukan ke Luar

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

353

MATARAM — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), kini memiliki fasilitas radioterapi untuk penanganan sejumlah penyakit yang banyak dirujuk ke luar daerah seperti penyakit kanker.

“Jadi kita selama ini mengeluarkan 120 rujukan setiap tahunnya ke luar daerah, karena tidak memiliki fasilitas radioterapi dan rata-rata ke rumah sakit Sanglah Provinsi Bali,” kata Gubernur NTB, Zainul Majdi usai meninjau fasilitas RSUD NTB, Selasa (27/3/2018).

Dari sisi antrean ternyata di luar daerah juga sangat panjang, bisa empat sampai enam bulan. Dengan beroprasi fasilitas ini, diharapkan dapat menangani permasalahan yang selama ini terpaksa dirujuk ke luar daerah.

“Ini merupakan bagian dari upaya menjadikan RSUD NTB dalam upaya melakukan penanganan lanjut. Terkait pelayanan yang sering dikeluhkan masyarakat,” tambahnya.

Majdi mengatakan, setelah semakin banyak cakupan jaminan kesehatan, semakin banyak orang ke rumah sakit. Sebenarnya itu perlu dibagi, mulai dari fasilitas tingkat awal di Puskesmas sampai terakhir rujukan di RSUD NTB.

“Kadang-kadang ketika ada pasien mengidap suatu penyakit di Kabupaten Kota, langsung lari ke RSUD NTB, sehingga akhirnya menumpuk. Saya sudah minta Direktur RSUD NTB untuk komunikasi dengan RSUD Kabupaten Kota supaya fungsi penyelesaian di kabupaten kota dimaksimalkan,” katanya.

Zainul Majdi
Gubernur NTB mendapat penjelasan mengenai sistem kerja peralatan radiotrapi dari tim dokter RSUD NTB. Foto : Turmuzi

Jangan terlalu cepat mengirim rujukan apalagi fasilitas di kabupaten kota sudah ada.

“Karena itu kita berharap sistem yang ada bisa dilaksanakan dengan baik, sistem rujukan berjenjang, supaya masyarakat juga tidak harus ke RSUD NTB untuk berobat kalau masih bisa ditangani di RSUD Kabupaten Kota,” katanya.

Direktur RSUD NTB, Lalu Hamzi Fikri mengaku mengapresiasi atensi gubernur NTB terhadap pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar akan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, selama ini kebanyakan pasien yang ditangani, terutama untuk penyakit tertentu seringkali dirujuk ke luar daerah, karena keterbatasan fasilitas.

“Setiap tahun sebanyak 120 pasien kanker di NTB yang dirujuk ke luar daerah seperti Bali, Surabaya, Jakarta dan Malang,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...