Rasa Kalio Daging Cincang, Bikin Ketagihan

Editor: Satmoko

934

PADANG – Kalio merupakan salah satu masakan di Sumatera Barat yang memiliki cita rasa khas. Konon, bagi yang hobi kuliner, ada yang bilang kalau kalio memiliki rasa yang hampir setara dengan rendang yang telah dulu mendunia.

Kalio ini merupakan masakan yang terbuat dari bahan utama santan kental kelapa serta bahan dapur lainnya seperti cabai merah, kunyit, bawang merah dan putih, garam, serta serei.

Di Sumatera Barat, untuk membuat kalio ini, campurannya tidak hanya dari daging ayam ataupun dari daging sapi atau kambing. Tapi, kalio juga bisa dibuat dengan mencampurkan dengan daging ikan tuna, udang, cumi-cumi, juga kentang.

Hampir di seluruh daerah di Sumatera Barat memiliki cita rasa yang berbeda dalam hal membuat kalio. Etss, tapi jangan salah, soal rasa yang satunya yakin rasa pedas, tidak akan pernah hilang, sebab pada umumnya masyarakat di Sumatera Barat suka dengan masakan yang pedas.

Nah, dari sinilah muncul berbagai kreasi masakan kalio di Sumatera Barat, seperti halnya adanya kalio daging cincang. Masakan ini bisa dikatakan paling laris di setiap rumah makan Padang, selain masakan rendang.

Cincang daging ini sebenarnya merupakan daging yang benar-benar sengaja dicincang. Tapi, untuk melakukan penyincangan daging, tidaklah dalam bentuk dicincang kecil-kecil. Setidaknya untuk satu daging cincang mampu mengantarkan penikmatnya untuk dua suap nasi.

Rosi Ningsih pekerja di rumah makan Padang/Foto: Ist

Rosi Ningsih yang merupakan seorang mantan pekerja di salah satu rumah makan Padang, mengatakan, hal yang perlu diperhatikan dalam memasak kalio ialah soal kematangan daging. Sebab, untuk membuat kalio, daging menjadi penentu enak atau tidaknya kalio yang dibuat.

Menurutnya, membuat kalio, santan kelapanya harus merupakan kelapa yang memiliki kekentalan bagus. Jika santan kelapanya sedikit encer, maka dapat dipastikan rasa kalio daging cincang akan terasa garing.

“Untuk kalio daging cincang ini, harus merupakan daging yang tipis, bukanlah daging yang bentuknya menggumpal. Sebab, jika daging cincangnya tipis, tingkat kematangan akan lebih bagus, dan lebih lezat untuk disantap,” jelasnya, Sabtu (17/3/2018).

Sedangkan untuk bumbu-bumbunya, pada intinya untuk memasak kalio hampir sama dengan memasak gulai. Hanya saja, memasak kalio memakan waktu lebih lama dari memasak gulai. Bahkan, jika kalio ini dimasak agak kering, maka bisa menjadi rasa masakan rendang.

Kalio daging cincang ini memang bukan merupakan masakan sehari-hari yang disajikan di rumah untuk keluarga. Tapi, kalio daging cincang banyak ditemukan di rumah makan Padang.

Soal harganya di rumah makan Padang bervariasi. Jika rumah makan Ampera, biasanya kalio daging cincang dijual Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi. Tapi, jika rumah makan sudah sekelas restoran, maka harga kalio daging cincang bisa mencapai Rp20.000 per porsi.

Tapi kalau perbandingan soal rasa, antara rumah makan Ampera dengan rumah makan sekelas restoran, banyak orang mengatakan lebih lezat masakan kalio daging cincang di rumah makan Ampera.

Alasannya, rasa kalio daging cincang lebih enak apabila jumlah memasak kalionya hanya satu kuali berukuran sedang atau kuali yang sering digunakan ibu-ibu rumah tangga untuk memasak.

Di rumah makan Ampera, kalio daging cincang dimasak hanya satu kuali saja. Sementara apabila di rumah makan sekelas restoran, akan memasak kalio dalam kuali dalam ukuran yang besar.

Tapi, kalau dilihat kenyataannya, lebih banyak orang memilih makan masakan kalio daging cincang di rumah makan Padang sekelas restoran. Hal ini bukanlah tanpa sebab, kalau menikmati makanan di rumah makan yang memiliki tempat lebih bagus, maka apapun yang disajikan, akan terasa lebih lezat.

Baca Juga
Lihat juga...