Ratusan Umat Katolik Rayakan Malam Vigili Paskah

Editor: Satmoko

537

LAMPUNG – Rangkaian tri hari suci Paskah umat Katolik dirayakan dengan malam Vigili Paskah pada Sabtu malam (31/3) salah satunya di gereja Santo Kristoforus unit pastoral Bakauheni Lampung Selatan.

Ratusan umat Katolik dari sejumlah stasi mengikuti malam viigili Paskah diawali dengan prosesi penyalaan lilin paskah atau upacara cahaya. Ibadah malam vigili Paskah di gereja Santo Kristoforus dipimpin oleh Pastor Wolfram Safari, Pr.

Aritonang selaku ketua stasi Santo Kristoforus menyebut, malam vigili Paskah digelar sebagai wujud malam berjaga menantikan kebangkitan Yesus Kristus. Pada malam vigili Paskah beberapa liturgi dirayakan dengan meriah sekaligus malam mengenang peristiwa penyelamatan Allah kepada uma-tNya melalui liturgi bacaan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

“Perayaan ditandai dengan penyalaan dan perarakan lilin Paskah menandai diawalinya tahun liturgi baru. Lilin Paskah dinyalakan dan dipasang di depan altar, sebelum perayaan lampu gereja dimatikan simbol kegelapan dan kristus yang hadir dalam lilin Paskah,” terang Aritonang selaku ketua stasi Santo Kristoforus Bakauheni saat berbincang dengan Cendana News, Sabtu malam (31/3/2018).

Umat menyalakan lilin pada malam Vigili Paskah di gereja Katolik Santo Kristoforus Bakauheni [Foto: Henk Widi]
Malam Vigili Paskah diakui Aritonang ditandai dengan liturgi bacaan dimulai dari kisah penciptaan dunia dari kitab Kejadian, kitab keluaran saat penyelamatan umat Israel dari Mesir. Kemeriahan malam vigili Paskah diakui Aritonang juga diisi dengan prosesi pembaharuan janji baptis dan penerimaan sakramen baptis bagi anak kecil dan katekumen baru yang belum dibaptis.

Pastor Wolfram Safari, Pr yang memimpin perayaan malam Vigili Paskah menyebut prosesi malam Paskah ditandai dengan upacara cahaya. Upacara cahaya merupakan simbol Yesus Kristus ditandai dengan lilin Paskah  menusukkan tanda dupa pada tanda salib dengan simbol Alpha dan Omega sekaligus angka tahun 2018 sebagai tahun perayaan Paskah.

“Lilin Paskah menjadi penegas bahwa Yesus Kristus adalah sang awal dan sang akhir sekaligus kemuliaan dan kekuasaan adalah milik Yesus sepanjang segala abad,” terang Pastor Wolfram Safari.

Penyalaan ratusan lilin yang dibawa di dalam gereja oleh ratusan umat sekaligus setelah sebelumnya lampu gereja dimatikan menjadi tanda dimulainya malam Vigili Paskah. Kemeriahan malam Vigili Paskah di gereja Santo Kristoforus ditandai dengan petugas misdinar yang lebih banyak dari biasanya dengan maksimal sebanyak empat orang dilayani oleh sebanyak sepuluh orang.

Prosesi pemercikan air pembaptisan oleh pastor Wolfram Safari [Foto: Henk Widi]
Pada malam Vigili Paskah para petugas membacakan sebanyak 9 bacaan pada liturgi Sabda dengan sebanyak 7 bacaan dari kitab Perjanjuan Lama dan 2 dari kitab Perjanjian Baru. Semua bacaan tersebut sebagian dibaca dan khusus untuk kisah penyelamatan melalui madah pujian Paskah (Exultet) dinyanyikan dengan meriah diiringi lilin Paskah yang masih menyala.

Tema Paskah pada Paskah Tahun 2018 Bangkit dan Bersemangat Hidup Baru disampaikan oleh Pastor Wolfram Safari, Pr. Pada homili atau khotbahnya ia juga menyampaikan surat gembala Paskah dari Uskup Dioses Tanjungkarang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono. Pesan Paskah atau Surat Gembala Paskah tersebut menjadi nasihat bapa uskup untuk umat Katolik di Lampung.

Pada surat gembala Paskah 2018 dengan “Tema Bangkit dan Bersemangat Hidup Baru” dalam pesan Paskah tersebut Pastor Wolfram Safari menyebut tidak ada kesuksesan bisa dicapai tanpa kerja keras. Contoh tersebut diberikan oleh Yesus Kristus yang rela menanggung sengsara, wafat di kayu salib karena mempertahankan kebenaran.

“Kebangkitan Yesus menjadi bukti kerahiman Allah yang menghendaki persatuan manusia melalui karya penebusan,” terang Pastor Wolfram.

Selama masa prapaskah umat Katolik merenungkan pertobatan untuk rekonsiliasi antara sesama manusia dan Allah. Melalui kerendahan hati manusia dalam Paskah Allah memperlihatkan sikap pengampunan dan memberi keteladanan dalam diri Yesus Kristus. Hidup berdamai dengan manusia akan menjadi contoh damai bagi setiap manusia dan dalam keluarga.

Selain pesan Paskah menekankan damai antarmanusia, retret agung gereja Katolik Lampung menjadikan tahun 2018 sebagai tahun keluarga. Melalui keluarga kehadiran Allah bisa diperlihatkan oleh setiap anggota keluarga yang bisa melayani satu sama lain tanpa pamrih. Selain itu dalam tahun politik surat gembala juga menyebut agar umat bisa menggunakan hak pilihnya dengan baik dan pemimpin yang baik.

Setelah pembacaan surat gembala Paskah, liturgi malam Vigili Paskah juga diisi dengan pembaharuan baptis dengan prosesi pemercikan air baptis dari bejana suci. Pembaruan janji baptis sekaligus pembaptisan bagi katekumen baru dilanjutkan dengan perayaan Ekaristi. Perayaan malam Vigili Paskah di gereja Santo Kristoforus dari pantauan Cendana News juga diamankan oleh personil dari Polres Lampung Selatan dan Polsek Penengahan.

Baca Juga
Lihat juga...