Rektor UIN Imam Bonjol: Tidak Ada Larangan Memakai Cadar

Editor: Irvan Syafari

866

PADANG — Rektor UIN Imam Bonjol, Padang Eka Putra Wirman menanggapi adanya larangan perguruan tinggi ini bagi mahasiswi yang mengenakan cadar. Menurut dia tidak ada yang hal yang salah ataupun hal yang dilanggar bagi mahasiswi yang mengenakan cadar.

“UIN Imam Bonjol tidak melarang mahasiswinya memakai cadar,” kata Eka.

Demikian diungkapkan Eka ketika dikonfirmasi soal pengumuman reklame di lingkungan kampus, yang memuat aturan tidak memperbolehkan mahasiswi menggunakan cadar. Dalam reklame itu terdapat surat edaran mengenai aturan berpakaian yang diperlihatkan melalui contoh gambar, baik untuk pria maupun wanita.

Aturan itu diumumkan melalui raklame dalam berukuran sekitar 2 x 3 meter tepat di tepi jalan lingkungan kampus. Selain melalui papan reklame, pengumuman aturan itu juga dipasang di pintu ruang dosen yang ada di Fakultas Syariah. Sementara di fakultas lainnya di UIN Imam Bonjol tidak ditemukan penguman serupa.

Di UIN Imam Bonjol Padang, bahasa yang digunakan dalam reklame tersebut bukan sebuah larangan, melainkan tentang sebuah aturan berpakaian yang diperlihat melalui contoh gambar, baik itu untuk pria maupun untuk wanita.

Melalui pesan itu, juga disebutkan pakaian seperti apa yang diperbolehkan digunakan oleh mahasiswa dan mahasiswi. Namun penutup kata dalam penjelasan itu, jelas dikatakan mahasiswi tidak diperkenankan mengenakan cadar.

Eka lebih sepakat jika pihak kampus melarang mahasiswi mengenakan pakaian ketat yang dinilai tidak sewajarnya dipakai oleh seorang mahasiswi yang menjalani pendidikan di perguruan tinggi Islam.

Ia melihat, setuju apa tidak soal melihat seseorang wanita mengenakan cadar, merupakan hal pribadi seseorang. Memang ada dosen di UIN Imam Banjol mengaku risih dengan mahasiswi yang mengenakan cadar, tapi ia menanggapi hal tersebut secara serius dan tidak mempermasalah hal tersebut.

Eka melihat, dengan adanya persoalan aturan atau itu berkaitan dengan kode etik sebuah perguruan tinggi Islam, perlu untuk dibuat regulasi yang jelas soal aturan tersebut, oleh Kementerian Agama membuat.

Menurutnya, apabila sudah ada regulasi yang jelas, pihak perguruan tinggi Islam bisa memiliki payung hukum dalam menetapkan soal aturan atau kode etik dalam sebuah perguruan tinggi Islam.

Surat Edaran Usang

Mengenai reklame itu, Humas UIN Imam Bonjol Padang Suardi Sikumbang mengatakan, aturan yang terpajang itu merupakan aturan yang sudah lama. Buktinya masih terlihat logo IAIN, sementara kini kampus itu telah beralih status menjadi UIN Imam Bonjol Padang.

“Itu merupakan aturan lama dan tidak dipakai lagi. Rektor UIN Imam Bonjol Padang sudah mengatakan tidak ada melarang mahasiswinya menggunakan cadar,” tegasnya, Kamis (15/3/2018).

Pengumuman tata cara perpakaian di UIN Imam Bonjol Padang yang dipajang pada papan reklame berukuran berukuran 2 x 3 meter di lingkungan kampus-Foto: M. Noli Hendra.

Dalam waktu dekat ini, untuk menghindari salah paham masyarakat, pihak kampus UIN Imam Bonjol Padang akan menurunkan dan mencabut seluruh informasi lama yang ada di lingkungan kampus UIN Imam Bonjol Padang​ tersebut.

Baca Juga
Lihat juga...