Reog Antarkan Linus Melanglang Buana

Editor: Mahadeva WS

428

JAKARTA – Keberadaan kelompok kesenian pertunjukan Reog Ponorogo saat ini sudah terkungkung berada di Jawa Timur saja. Di berbagai daerah sudah bermunculan kelompok-kelompok masyarakat yang ikut melestarikan kesenian warisan leluhur tersebut.

Kelompok Reog Ponorogo Singo Budoyo Mudho adalah salah satu kelompok kesenian reog yang dikembangkan di luar Ponorogo Jawa Timur. Kelompok tersebut dikelola lelaki bernama Linus di Tanjung Priuk, Jakarta Utara. Linus adalah generasi kedua pelestari kesenian tradisional yang dimainkan bertumpu pada kekuatan gigi dan leher tersebut di Singo Budoyo Mudho.

Linus, pemain dan pengurus paguyuban Reog Ponorogo Singo Budoyo Mudho (Foto Akhmad Sekhu)

Linus pernah melanglang buana ke berbagai negara karena ketekunannya untuk ikut melestarikan Reog Ponorogo. Thailand, Amerika, dan Afrika adalah negara-negara yang pernah dikunjungi untuk memperkenalkan Reog Ponorogo.  “Saya sudah cukup lama ikut Singo Budoyo Mudho di Tanjung Priuk,” kata pemain dan pengurus paguyuban Reog Ponorogo Singo Budoyo Mudho Linus kepada Cendana News di sela-sela mengikuti acara Karnaval Cap Go Meh Glodok 2018, di Kawasan Glodok, Jakarta Barat, Minggu (4/3/2018).

Lelaki kelahiran Ponorogo, 31 Maret 1971 tersebut menerangkan, kelompok kesenian tradisional yang dibinanya tersebut memiliki cukup banyak anggota. Ada sekira 35 orang orang yang aktif mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. ”Kita membuka diri pada siapa saja yang mau bergabung, karena tujuan kita memang untuk melestarikan kesenian tradisional Reog Ponorogo, alhamdulillah cukup banyak peminatnya yang bergabung,“ terangnya.

Kelompok Reog Ponorogo Singo Budoyo berdiri sejak 1981. Pada awalnya hanya bernama Singo Budoyo. Saat ini setelah turun ke Linus sebagai generasi kedua, maka nama kelompok tersebut berubah menjadi Singo Budoyo Mudho. “Ketuanya Agus Subekti, sedangkan saya dipercaya menjadi bendaharanya,” tambah Linus.

Singo Budoyo Mudho sering tampil di berbagai stasiun tv swasta, namun yang sangat menjadi kebanggaan adalah kepercayaan dari Dinas Pariwisata untuk tampil di berbagai negara. Kepercayaan tersebutlah yang akhirnya menghantarkan Linus bisa berkeliling mengunjungi sejumlah negara.

Harapan Linus semoga kesenian tradisional ini dapat terus diuri-uri, dilestarikan agar ada penerusnya ke generasi muda. “Sepatutnya kita semua memang turut melestarikan untuk kelak sampai pada anak cucu kita, “ tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...