[Review] “Hongkong Kasarung”, Perjuangan Sule Rebut Kembali Pacarnya

Editor: Irvan Syafari

665

JAKARTA — Bagaimana rasanya kalau pacar kita direbut orang lain? Padahal sudah janji akan menikah. Tentu amat sangat sakit hati kita. Apalagi kalau pacar kita berpindah ke lain hati hanya karena harta.

Demikian dialami Sule diperankan Sule sendiri, yang kemudian merasa harga dirinya terinjak-injak hingga terpecut hatinya bertekad pergi ke Malaysia demi mendapat uang sebanyak-banyaknya dengan tekad kuat berjuang merebut kembali pacarnya.

Film ini diawali dengan adegan Sule mengejar para preman yang membawa lari seorang perempuan. Dengan begitu semangat dan heroiknya ia berusaha membebaskan perempuan itu sampai harus melawan para preman, yang membuat dirinya babak belur.

Kemudian, adegan kilas balik enam bulan lalu sebelum kejadian itu, di mana Sule memadu kasih dengan Iis (Selvi Kitty), pacarnya. Tampak di daerah pesawahan di mana Sule sengaja bersembunyi dengan kerbaunya yang bernama Rebecca.

Tentu saja Iis mencari-carinya. Perempuan cantik menawan hati itu berlarian kecil menyusuri pematang sambil membawa rantang berisi makanan, yang tentu makanan spesial untuk Sule.

Tak sampai hati pacarnya terus-menerus mencari-cari, Sule meniup seruling dan dengan terdengar alat musik yang terbuat dari bambu itu Iis langsung tahu keberadaan Sule, pacarnya.

Dia langsung saja ia mencari sumber suara seruling yang tiada lain adalah Sule. Begitu bertemu, keduanya saling senyum dan kemudian saling menautkan kegembiraan dalam pertemuan indah di gubuk di tengah sawah.

Saat Sule dan Iis sedang bermesra-mesraan tampak lewat Cecep (Uus) dengan moge (motor gede) ducatinya. Iis tentu saja terkejut dengan penampilan Cecep sekarang yang tampak gagah dengan mogenya, karena dulunya Cecep dekil dan tidak punya apa-apa. Mendengar Iis memuji Cecep, Sule tentu saja cemburu.

Besoknya, Cecep semakin tebar pesona dengan mogenya. Dandanannya yang semakin necis membuat Iis semakin tertarik. Saat Cecep menawarkan diri pada Iis untuk memboncengkan. Tampak Iis tampak tersipu-sipu menolaknya.

Cecep tahu kalau Iis tertarik pada dirinya sehingga terus mendesak Iis untuk membonceng motor. Karena desakan Cecep disertai rayuan gombal, Iis mau memboceng Cecep.

Pada saat Iis membonceng Cecep tampak Sule melihat dan begitu sangat kecewa pada pacarnya itu yang begitu mudah tergoda Cecep yang kini menjadi Orang Kaya Baru (OKB, berlimpah harta memang menyilaukan Iis, gadis kampung, yang hidup miskin. Cecep membawa Iis singgah ke mal di kota. Awalnya Iis canggung, tapi Cecep berusaha keras agar Iis mau hura-hura bersama dirinya.

Melihat Iis semakin dekat dengan Cecep, Sule jadi bengong, tidak mau makan dan kemudian jadi jatuh sakit. Emaknya (Yati Surachman) membujuknya untuk makan, tapi Sule tidak mau. Begitu Iis datang menjenguknya, barulah Sule mau makan disuapi Iis. Sule patah hati saat Iis menyatakan bahwa dirinya kini suka pada Cecep.

Sule nekat minta sama emaknya untuk bekerja di Malaysia. Dia ingin punya banyak uang, agar bisa merebut kembali Iis, pacarnya yang terbuai oleh Cecep. Emaknya tampak kasihan melihat Sule begitu patah hati karena ditinggal Iis.

Kemudian dia terpaksa menjual sawah dan kerbau demi membiayai Sule pergi bekerja ke Malaysia. Situasi ini dimanfaatkan oleh Mang Saswi (Sas Widjanarko), pamannya.

Saswi yang katanya sudah pengalaman pergi ke luar negeri itu berjanji pada Emaknya Sule untuk membawa Sule ke Malaysia. Tapi Saswi yang licik itu bukannya benar-benar membawa Sule ke Malaysia, tapi ke Hongkong.

Sule yang jadi bingung karena naik pesawat sampai tiba di luar negeri melihat tulisan-tulisan huruf China. Saswi menerangkan kalau memang yang dituju adalah Hongkong, dan kalau mau ke Malaysia tinggal naik bis akan sampai juga ke Malaysia.

Sule yang lugu tentu menurut saja apa yang dikatakan Saswi untuk menunggu di terminal Hongkong sampai nanti namanya dipanggil untuk pergi ke Malaysia. Di terminal inilah Sule tanpa sengaja duduk dengan Aline (Pamela Bowie).

Saat duduk, Sule makan biskuit yang kotak tempat biskuitnya diletakan di kursi sebelahnya. Aline mengambil biskuit dan tampak kesal karena ada orang yang tak dikenal dengan tenangnya mengambil biskuitnya.

Sule senyum-senyum saja bahkan sangat gembira duduk sambil makan biskuit dengan Aline. Pada biskuit terakhir, Sule membagi biskuit jadi dua untuk bisa sama-sama makan biskuitnya.

Aline justru semakin kesal dan kemudian meninggalkan Sule langsung masuk ke kereta. Begitu masuk kereta, Aline kaget ternyata biskuit miliknya masih ada di dalam tasnya, yang membuatnya merasa bersalah karena turut menghabiskan Sule.

Aline buru-buru keluar dari kereta untuk segera minta maaf pada Sule, tapi di terminal sudah sepi dan Sule sudah pergi. Aline pun segera mencari-cari Sule dan mendapati Sule duduk di tepi jalan. Aline langsung menyatakan minta maaf dengan bahasa Hongkong yang membuat Sule jadi tampak semakin pusing.

Mendengar Sule bicara dengan bahasa Indonesia, Aline kaget dan kemudian bicara dengan bahasa Indonesia juga. Sule mendadak senang karena Aline ternyata adalah putri pengusaha Indonesia (George Rudy) yang tinggal di Hongkong.

Belum lama rasa senangnya Sule mengetahui Aline putri pengusaha Indonesia, tiba-tiba sekawanan preman menculik Aline. Sule tentu saja menolongnya, tapi ada daya ia tak bisa melawan preman sehingga dengan mudahnya Aline dibawa diculik kawanan preman itu.

Sule tak putus asa dan tetap berusaha keras untuk dapat menolong Aline, yang membuatnya harus berurusan dengan Bos K (Iwa K), pimpinan premannya. Dia juga berurusan dengan The Bag (Volland Volt), pembunuh bayaran suruhan Papi Aline.

Cerita bergulir, begitu juga mendengar Sule tersesat tak ketahuan nasibnya di Hongkong, sang emak mau menjual rumah, harta berharga terakhirnya, demi untuk menjemput Sule, betapa mengingatkan bahwa kasih ibu memang begitu sangat tulus sepanjang masa pada anaknya.

Film ini sangat menghibur. Tak hanya itu, film ini diwarnai adegan baku hantam yang menegangkan. Terlebih dengan kehadiran Volland Volt yang memang jago bela diri.

Eric Satyo, sutradara dan sekaligus penulis skenarionya, mampu mengemas film dengan baik antara komedi, cerita dramatis dan adegan laganya. Tersesat bahasa Sundanya adalah Kasarung yang menjadi judul film ini, “Hongkong Kasarung”.

Sule tampak masih tetap menjaga performa sebagai komedian yang jempolan. Film ini juga didukung sejumlah aktor untuk mengocok perut, seperti Ery Makmur, Parto Patrio, Sas Widjanarko, Uus, Yadi Sembako, Daus Separo, dan lain-lain. Sedangkan, Rizky Febian, anaknya, yang tampil dalam film ini membawa warna tersendiri.

Pamela Bowie aktingnya cukup baik dan menyakinkan sebagai Aline putri pengusaha Indonesia. Begitu juga, Yati Surachman sebagai emaknya Sule, Selvi Kitty sebagai pacar Sule. Adapun Iwa K, Volland Volt dan George Rudy memberi warna laga dalam film ini.

Menyaksikan film ini cukup lengkap, ada komedinya, dramanya, laganya, yang membuat penonton bisa lepas tertawa, mengharu-biru dan merasakan ketegangan adegan baku hantam.

Ceritanya sederhana, tapi cukup mengena dengan alu cerita mengalir lancar. Kita tak perlu berkerut kening. Saksikan saja, tanpa pretensi apa-apa, karena film ini tampaknya memang dibuat sebagai hiburan semata, dan biarlah kita lepas tertawa sekaligus bisa melepas penat keseharian bekerja.

Baca Juga
Lihat juga...