banner lebaran

[Review] “Revan & Reina”, Cinta Tumbuh Karena Terbiasa

Editor: Irvan Syafari

680

JAKARTA — Reina, teman masa kecil Revan. Mereka berdua begitu akrab dari kecil hingga masa remaja. Suatu saat Reina menangis karena diputusin Fabian, pacarnya, Revan tentu saja langsung menghiburnya agar terhenti tangisnya, juga kesedihannya. Revan bersedia sebagai tempat curhat Reina.

Kemudian, karena seringnya bersama, seperti pepatah Jawa, bahwa witing tresno jalaran soko kulino, yang artinya cinta tumbuh karena terbiasa. Demikian yang mengemuka dari film “Revan & Reina”.

Film ini diawali dengan adegan beberapa anak-anak kecil ramai-ramai mengendarai sepeda melalui sebuah taman. Yang paling belakang, Reina kecil (Bulan Sofya) terpaksa menghentikan laju sepedanya karena rantainya copot. Ia teriak-teriak minta tolong tapi teman-temannya sudah sangat jauh.

Kemudian, karena melihat di dalam taman ada laki-laki yang dianggapnya biasa memperbaiki sepeda, maka Reina kecil pun minta minta tolong pada laki-laki itu diketahui bernama Revan ‘kecil’ (Kevin Bzezovski Taroreh) untuk memperbaiki rantai sepedanya.

Awalnya, Revan kecil tidak mau karena ia memang sedang asyik berjemur di terik matahari di tengah taman, tapi Reina kecil memaksanya karena memang benar-benar butuh pertolongannya, Reina kecil dengan sekuat tenaga menarik tangan Revan ‘kecil’.

Adegan langsung berganti Revan dan Reina yang sama-sama sudah beranjak remaja. Keduanya tampak begitu sangat dekat menjalin sebagai sepasang kekasih, meski umur Revan (Bryan Domani) lebih muda tiga tahun dari Reina (Angela Gilsha).

Keduanya  asyik menjalaninya dari berteman sejak kecil, karena rumah mereka bertetangga. Dari berteman jadi pacaran, begitulah hubungan unik mereka.

Reina memiliki cinta masa lalu: Fabian (Irsyadillah). Fabian pergi meninggalkan Reina hanya dengan satu kata terucap: maaf, tanpa menjelaskan apa yang terjadi. Setelah tiga tahun berlalu Fabian muncul kembali.

Reina tentu saja menjadi kelimpungan, karena dirinya sudah telanjur sayang pada Revan. Meski Revan lebih muda dari dirinya, tapi Revan yang selama ini mengisi hari-harinya dengan keceriaan dalam kebersamaan yang terjalin begitu intim.

Kemunculan Fabian kembali ingin menjalin hubungan dengan Reina. Fabian pun mengatur waktu untuk janjian bisa bertemu dengan Reina. Reynald (Ajun Perwira), kakak Reina, juga menganjurkan Reina untuk tidak menemui Fabian.

Tapi Fabian tampaknya punya seribu satu cara untuk bisa bertemu sampai Reina pun tak kuasa menolaknya. Rena tentu saja tak ingin pertemuannya dengan Fabian diketahui Revan.

Suatu hari, Revan tanpa sengaja jalan bertabrakan dengan Dira (Meisya Amira), adik kelasnya, yang ternyata diam-diam jatuh cinta pada Revan. Tapi Dira tampak malu-malu kucing untuk menyatakan cinta. Dira sadar diri kalau cinta memang sebaiknya cowok yang lebih dulu menyatakan cinta pada cewek.

Saat di kantin sekolah, teman-teman Revan ingin memperkenalkan Dira dengan Revan, yang kemudian pada saat beradu pandang keduanya sudah saling kenal membuat kecurigaan. Keduanya pun saling tersipu-sipu malu.

Reina pada akhirnya tahu apa yang selama ini Fabian tutup-tutupi. Sejak lahir Fabian mengidap thalasemia. Fabian pergi meninggalkan Reina untuk mencari pendonor sumsum tulang, yang merupakan satu-satunya pengobatan yang bisa menyembuhkan penyakitnya.

Ia juga mengabaikan perasaannya terhadap Reina. Reina pun menghadapi dilema: Fabian atau Revan. Sebuah cinta yang memang kadang sulit dan rumit dalam menentukan pilihan pasangannya.

Film produksi WP Pictures dan MD Pictures yang diangkat dari adaptasi novel berjudul sama karya Christa Bella ini menyasar pangsa pasar anak muda yang sedang dimabuk cinta. Kisahnya beda dari film-film biasanya.

Dalam film yang skenarionya digarap Jujur Prananto dan Girry Pratama ini bertebaran kata-kata rayuan yang membuat para remaja dibuat termehek-mehek. Sutradara Andreas Sullivan mampu mengemas film romantis ini dengan baik.

Akting Angela Gilsha begitu memesona. Ia begitu natural membawakan karakter Reina dengan gemilang sebagai mahasiswi yang mencintai “brondong” alias anak yang masih bau kencur masih sekolah SMA. Sedangkan cintanya pada Fabian yang sebaya dengan dirinya tampak bertepuk sebelah tangan.

Sedangkan, akting Bryan Domani tampak masih belum maksimal, belum benar-benar menghayati perannya sebagai Revan. Meski demikian ada usaha Bryan yang tampak berusaha sebaik mungkin. Usianya memang muda dan jalan karirnya masih panjang dalam dunia hiburan jadi masih banyak kesempatan untuk mematangkan aktingnya.

Ada lagi yang patut diperhitungkan, yakni seperti di antaranya akting Meisya Amira yang berperan sebagai Dira mencuri perhatian penonton. Parasnya yang mirip artis sinetron Alyssa Subandono memang tampil menawan hati dalam film ini. Cara Meisya dalam adegan tersipu-sipu membuat penonton dibuat gemes.

Kemudian, Rani Ramadhany yang berperan sebagai Kalila, teman Reina, tampak beda dari wajah-wajah artis biasanya. Wajahnya segar dan aktingnya tampak begitu natural. Meski mendapat porsi adegan yang kecil tapi mampu menarik perhatian penonton.

Menonton film ini, bagi yang muda usia tentu seperti merayakan masa-masanya yang indah, baik di sekolah maupun kuliah. Karena memang pangsa pasar film ini bagi yang muda usia. Sedangkan, yang sudah tua bisa bernostalgia mengenang kembali masa-masa indah yang suda berlalu ditelan waktu.

Film ini cukup memberi tanda akan pergaulan anak remaja zaman sekarang yang memang gaya hubungan antar lawan jenis sudah sedemikian bebasnya seiring perkembangan zaman global.

Film ini tampaknya tak jatuh terlalu jauh dengan pergaulan bebas anak remaja zaman sekarang, tak ada adegan ciuman, apalagi adegan hubungan seperti suami istri. Patut kita apresiasi film ini tetap menjunjung tinggi norma kesusilaan yang berlaku di tengah masyarakat kita dengan adat ketimuran yang sopan nan penuh kesantunan.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.