Reza Rahadian Jadi Juru Kampanye Peduli TBC

Editor: Irvan Syafari

335
Reza Rahadian dalam acara yang bertema “Tunjukkan Kepedulianmu Terhadap Sesama” di Tartine Café, FX Sudirman, Jakarta Pusat, beberapa waktu yang lalu-Foto Akhmad Sekhu.

JAKARTA — Reza Rahadian senang terlibat dalam Kampanye Peduli TBC. Sebagai artis dan juga figur publik, Reza menyadari segala kegiatannya mendapat sorotan masyarakat. Ia sangat selektif dalam menerima tawaran pekerjaan di luar aktivitas keartisannya,

Untuk menjaga kesehatan dengan intensitas kerja syuting, Reza mengaku tidak melakukan terapi khusus atau apapun, tapi umum dilakukan masyarakat biasanya. Ia mengkomsumsi air putih banyak sekali dan juga vitamin C. Dia tidur cukup sekitar enam sampai delapan jam setiap harinya.

“Saya senang turut terlibat dalam Kampanye Peduli TBC,” kata Reza Rahadian dalam acara yang bertema “Tunjukkan Kepedulianmu Terhadap Sesama” di Tartine Café, FX Sudirman, Jakarta Pusat, beberapa waktu yang lalu.

Lelaki kelahiran Bogor, 5 Maret 1987 itu membeberkan kegiatannya dalam dunia perfilman, yang membuatnya mau menerima tawaran turut terlibat dalam kampanye tersebut.

“Saya syuting film tidak tiap hari, tidak seperti sinetron striping yang syutingnya tiap hari. Kalau film syutingnya satu bulan, sisanya tidak ngapa-ngapain. Jadi saya ada waktu dan memang saya menyediakan waktu untuk Kampanye Peduli TBC,” ungkap artis yang memulai awal karier di dunia hiburan dengan menjadi seorang model. .

Meski menyatakan diri menyediakan waktu untuk kampanye tersebut, tapi Reza mengajukan sebuah syarat. “Yang penting kegiatannya jangan terlalu pagi, karena saya termasuk orang yang susah bangun pagi, “ bebernya.

Sebagai Duta Kampanye Peduli TBC, Reza tentu dituntut harus tahu mengenai TBC.

“Saya tahu tentang TBC dari sahabat saya, yang terkena TBC. Dia harus minum obat secara rutin selama enam bulan. Kalau beberapa hari saja tidak minum obat harus diulang lagi dari awal sampai waktu enam bulan, “ paparnya.

Aktor Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2013 berkat perannya sebagai BJ Habibie dalam film Habibie & Ainun mengingatkan masyarakat, TBC termasuk penyakit yang mematikan. Pada 2016, terdapat 274 kasus kematian per hari di Indonesia.

“Pada tahun yang sama, kasus TBC mencapai 1.020.000 pengidap. Angka itu menjadikan Indonesia berada di peringkat kedua kasus TBC terbanyak di dunia setelah India, “ katanya.

Meski TBC mematikan, tapi Reza mengharapkan masyarakat tidak perlu cemas karena penyakitnya dapat disembuhkan.

“Kita berharap bagi masyarakat yang terkena TBC untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit. Untuk diagnosa awal pengobatan diberikan gratis, dan bagi pasien TBC yang masuk dalam program semua pengobatan ditanggung pemerintah,” bebernya.

Begitu ada Kampanye Peduli TBC ini Reza menjadi peduli dan waspada dengan batuk. “TBC merupakan penyakit menular yang umum, dan dalam banyak kasus bersifat mematikan “ tegasnya.

Setiap kampanye yang Reza ikuti dan menjadi Duta, ia selalu melihat apa yag dilakukan dalam setahun ini.

“Kampanye Peduli TBC ini untuk mensosialisasikan pada masyarakat mengenai TBC selama setahun, jadi karena itu saya mau, “ tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...