Ribuan Pelajar Ikrarkan Anti Narkoba di Balikpapan

Editor: Irvan Syafari

319

BALIKPAPAN — Ribuan pelajar dari sejumlah sekolah di Kota Balikpapan mengikrarkan anti narkoba, anti pornografi dan tolak kekerasan. Ikrar oleh ribuan pelajar ini berlangsung saat kegiatan sosialisasi tentang Narkoba, Pornografi dan Kekerasan kepada ratusan pelajar Kota Balikpapan serta ibu-ibu dari Yayasan Kemala Bhayangkari dan Persatuan Istri Tentara (Persit), di Gedung Dome Balikpapan, Rabu (14/3/2018).

Dalam sosialisasi itu dihadiri langsung oleh rombongan OASE-KK yaitu Tri Suswati, istri dari Kapolri Jendral Tito Karnavian; Yasmin, istri dari Deputi Menteri Luar Negeri; Rini Rudiantara, Istri dari Menteri Komunikasi dan Informatika. Hadir juga Kapolda Kaltim, Irjen Pol Priyo Widyanto, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Sonhadji, dan wakil wali kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.

Dalam sosialisasi itu, Tri memberikan tips kepada para pelajar bagaimana cara menjauhi narkoba dan harus berani mengatakan tidak terhadap barang haram narkoba.

“Harus berani katakan tidak pada narkoba. Langsung beritahu kepada guru, polisi, kalau ada orang yang mencurigakan,” katanya.

Isi dari ikrar anti narkoba itu, para pelajar harus berani menolak narkoba dan sejenisnya, menolak segala aksi pornografi dalam kehidupan sehari-hari, dan tidak menjauhi kekerasan.

Tri juga mengatakan bahwa persoalan kekerasan pada anak dan perempuan juga menjadi problem nasional. Dan diharapkan dengan sosialisasi persoalan yang ada bisa segera teratasi.

“Memang dalam kekerasan dalam rumah tangga dan anak memang problem nasional. Namun tentunya kita tidak menyerah begitu saja, kita terus menerus melakukan sosialisasi agar kekerasan terhadap anak dapat dimusnahkan,” bebernya.

Menurutnya, sosialisasi tentang hindari narkoba, pornografi dan kekerasan dilakukan di berbagai daerah. “Ibu Negara Iriana Jokowi mempunyai prakarsa untuk membangun karakter anak dan ibu-ibu rumah tangga, dalam hal ini dalam peningkatan bidang kesehatan para ibu, pendidikan terhadap anak serta kepada remaja dalam menghadapi anti narkoba, pronografi dan kekerasan,” paparnya usai sosialisasi.

Terpisah salah Seorang Pelajar, Faik Zaki Ibrahim mendukung untuk menjauhi narkoba karena pelajar sebagai generasi bangsa harus menjauhi narkoba, pornografi dan kekerasan. Karena menggunakan narkoba dapat merusak generasi bangsa mengingat generasi muda adalah penerus bangsa.

“Kita harus menjauhi narkoba, jangan sampai menyentuhnya. Apalagi kita coba-coba merasakannya. Karena sekali mencoba akan kecanduan dan terus-menerus,” tutur siswa kelas 8 SMP 14.

Dalam hal pornografi, pihaknya juga harus lebih bijak dalam menggunakan internet karena pronografi juga merusak generasi muda.

“Kita juga harus lebih bijak saja dalam menggunakan internet, untuk menjauhi pornografi,” tukasnya.

Baca Juga
Lihat juga...