RS Ortopedi Solo: Skeliosis Ganggu Pertumbuhan Anak

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

175

SOLO — Kepala Bidang Pelayanan Medik RS Ortopedi Solo, Dr Retno Setianing menyebutkan, deteksi dini Skeliosis pada anak sangat penting dalam mengetahui kendala pada pertumbuhan anak.

Ia menyebutkan, kendala misalnya, mengganggu penampilan anak, khususnya perempuan dalam menunjukkan kecantikan dari dalam atau inner beauty, mudah capek untuk bisa duduk lama atau naik turun tangga, serta penyempitan rongga paru sehingga terjadi sesak nafas.

“Kalau ditemukan bengkoknya cukup besar akan mengganggu penampilan atau tidak percaya diri. Karena sebagian besar Skeliosis ini ditemukan pada remaja perempuan yang menjadikan tidak bisa tampil cantik secara maksimal. Skeliosis ini juga menyebabkan pertumbuhan anak tidak seperti pada umumnya,” urainya dalam pemeriksaan kelainan bentuk tulang belakang (skeliosis) secara massal di RS Ortopedi Solo, Jumat (23/3/2018).

Dari pemeriksaan sementara, tim dokter telah menemukan siswa yang positif mengalami kelainan tulang belakang atau kasus Skeliosis. Bahkan, selama pemeriksaaan satu jam, dari pukul 07.00 – 08.00 WIB, petugas menemukan 20 siswa yang positif mengalami skeliosis.

Kendati demikian, tingkat pembengkokan atau kelainan tulang belakang pada siswa tersebut masih dalam kategori ringan (tidak berat).

“Selama satu jam pemeriksaan sudah ada 20 yang positif. Ini harus ditindak lanjuti. Misalnya harus diperiksakan lebih lanjut untuk melihat berapa derajat tingkat pembengkokkannya. Tindakan selanjutnya adalah apakah harus di operasi atau cukup dilakukan pencegahan,” imbuhnya.

Dr Retno Setianing
Dr Retno Setianing spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi RS Ortopedi Dr Soeharso, Solo. Foto: Harun Alrosid

Kasus skeliosis yang masuk dalam kategori berat dan harus dilakukan operasi jika sudut bengkoknya mencapai 40-50 drajat. Untuk sudut kurang dari 40 drajat, dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan, seperti terapi maupun lainnya.

“Dalam pemeriksaan ini yang kita cari adalah skeliosis strukturalnya, yakni karena tulangnya,” pungkas spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi RS Ortopedi Dr Soeharso, Solo.

Sementara itu, tak kurang 1000 pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Solo dan sekitarnya dihadirkan dalam emeriksaan kelainan bentuk tulang belakang (skeliosis) secara massal tersebut.

Mereka berkumpul di depan salah satu gedung rumah sakit yang baru saja selesai dibangun. Pemeriksaan sendiri melibatkan puluhan tenaga medis khusus tulang yang ada di rumah sakit Ortopedi Dr Soeharso tersebut.

Pemeriksaan Skeliosis massal yang akan dicatat dalam Rekor MURI Indonesia diikuti sekitar 1.200 pejalar SMP dari Solo dan daerah sekitarnya. Setidaknya terdapat 20 SMP yang sengaja dihadirkan dalam pemeriksaan kelainan tulang belakang secara massal tersebut.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.