RS Terapung Layani Masyarakat Surabaya

288
Ilustrasi - KRI dr Soeharso, Kapal Rumah Sakit Terapung / dok. CDN

SURABAYA — Kapal Rumah Sakit Terapung (RST) “Ksatria Airlangga” melayani masyarakat Surabaya dengan sandar di Pelabuhan Rakyat Kalimas, Tanjung Perak, setelah menyelesaikan misi kemanusiaan dengan memberi pelayanan pengobatan gratis di Pulau Bawean dan Kangean, Jawa Timur.

Penanggung jawab operasional Kapal RST Ksatria Airlangga Dr Henry Wibowo kepada wartawan di Surabaya, Selasa, mengatakan sejauh ini telah melayani 1.499 pasien dari masyarakat di Pulau Bawean, wilayah Kabupaten Gresik dan Kangean, Kabupaten Sumenep.

Dia merinci, di Pulau Bawean, yang merupakan pelayanan perdana RST Ksatria Airlangga pada akhir Oktober 2017 menangani 449 pasien.

“59 pasien di antaranya dilakukan tindakan operasi pembedahan, serta 43 pasien mendapatkan layanan operasi katarak,” katanya.

Sedangkan di Pulau Kangean, pada Desember 2017, Rs Teraung melayani 1.050 pasien.

“65 pasien di Pulau Kangean dilakukan tindakan operasi bedah, tiga di antaranya adalah operasi melahirkan serta 137 pasien menjalani operasi mata katarak,” ujarnya.

Seluruh pasien tersebut dilayani dengan gratis. “Ada seorang ibu di Pulau Kangean, usai menjalani operasi bedah melahirkan, kemudian memberi nama bayinya Putri Ksatria Airlangga, sebagai ungkapan rasa terima kasihnya. Itu cukup mengharukan sekaligus membagakan bagi kami,” ucap Henry.

Dia menjelaskan Kapal RST Ksatria Airlangga didirikan oleh alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memang untuk tujuan sosial pengobatan gratis.

Karenanya RST Ksatria Airlangga yang dibuat di galangan kapal tradisional Galesong, Takalar, Sulawesi Selatan, didesain sebagai rumah sakit terapung yang akan berlayar untuk singgah membantu pengobatan masyarakat di pulau-pulau terluar yang belum memiliki fasilitas rumah sakit.

Di dalam kapal “phinisi” sepanjang 27 x 7,2 meter ini disekat menjadi beberapa ruang pemeriksaan medis. Salah satunya terdapat ruangan yang lebih luas, berukuran sekitar 3 x 4 meter yang terdapat dua buah “meja” untuk mengoperasi pasien.

“Kami memiliki 113 ribu alumni Fakultas Kedokteran Unair yang tersebar di berbagai wilayah dan telah siap mendukung misi kemanusian ini,” katanya.

Dekan Fakultas Kedokteran Unair Junaidi Khotib memastikan misi berikutnya Kapal RST Ksatria Airlangga telah mengagendakan pelayaran menuju ke Kabupaten Asmat, Papua.

Seperti biasa, sebelum berlayar ke tempat tujuan, tim RST Ksatria Airlangga masih melakukan survei agar perbekalan obat-obatan yang dibawa nantinya sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Sembari menunggu survei tersebut, Kapal RST Ksatria Airlangga saat ini berlabuh di Dermaga Tradisional Kalimas, Tanjung Perak Surabaya, sambil memberi pelayanan gratis bagi masyarakat sekitar.[ant]

Baca Juga
Lihat juga...