Sandiaga: Rumah DP 0 Persen Bagi Yang Sudah Menikah

Editor: Irvan Syafari

266
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mensosialisasi dan pendalaman materi pada jurnalis tentang program hunian DP 0 persen di Gedung Blok G, Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (14/3/2018)-Foto: Lina Fitria.

JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memaparkan, mengenai kriteria untuk mengajukan rumah down payment (DP) 0 persen harus memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI yang sudah menikah.

“Manfaat program DP 0 persen ini adalah satu, warga DKI Jakarta, kedua telah menikah. Jadi jomblo mohon maaf. Belum bisa, karena ini dikhususkan kepada yang telah menikah. Ini salah satu harapan kita bagi teman-teman yang sudah menikah, jadi bukan telat menikah. Telah menikah,” ucap Sandiaga saat sambutan “Sosialisasi dan Pendalaman Materi Pada Jurnalis Tentang Program Hunian program DP 0 persen” di Gedung Blok G, Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (14/3/2018).

Pria penggemar olahraga lari ini mengatakan nantinya untuk pasangan yang ingin mengajukan rumah DP nol persen tentunya harus menyertakan surat keterangan belum memiliki rumah dari kelurahan setempat.

“Tapi, Pemprov khususkan yang telah menikah, belum punya rumah. Jadi, harus ada surat keterangan dari lurahnya bahwa pasangan ini belum punya rumah,” tegasnya.

Sandiaga mengatakan, tidak sembarangan untuk bisa mendapatkan program rumah ini. Pasalnya hanya bagi masyarakat yang berpenghasilan Rp4 juta sampai Rp7 juta. Bisa juga penggabungan pendapatan dari pasangan suami istri.

“Penghasilan total (pendapatan) rumah tangga sampai 7 juta rupiah per bulan. Makanya, ini yang merupakan sebuah klasifikasi dari target market yang ingin sasar adalah mereka yang kombinasi penghasilannya itu maksimal sekitar Rp7 juta rupiah dan minimal memiliki gaji UMP,” paparnya.

Sandi menegaskan sasaran program rumah DP 0 persen ini warga yang sudah lama menjadi warga DKI Jakarta, bukan dari warga luar Jakarta.

“Prioritas pertama yang menjadi sasaran program warga yang telah menjadi warga DKI dalam jangka waktu tertentu. Bukan, yang dadakan. Bukan, (warga) yang datang ke sini (Jakarta) belum ada 6 bulan, langsung mengikuti. Jadi itu merupakan target pemerima manfaat dari kebijakan ini,” tandasnya.

Dengan adanya program ini dia bersama Anies Baswedan ingin menghadirkan solusi bagi warga Jakarta yang sulit atau belum memiliki rumah di Jakarta dengan program DP nol persen.

“Nah ini yang kami ingin hadirkan bersama pak Anies adalah keberpihakan pemerintah DKI Jakarta kepada rakyat yang ingin memiliki rumah yang terjangkau khususnya bagi menegah ke bawah yang merupakan mayoritas dari warga Jakarta,” tuturnya.

“Mayoritas warga Jakarta 70 persen adalah masyarakat menegah ke bawah. Kami ingin bahwa program ini adalah bentuk keberpihakan dan menyasar kepada masyarakat kelas menegah ke bawah,” sambungnya.

Rumah DP 0 persen ini didasarkan pada peraturan Bank Indonesia nomor 18/16/PBI/2016 tanggal 29 Oktober 2016 tentang “loan to value” atas KPR dan DP kendaraan bermotor. Sandi mengatakan untuk skemanya Pemprov akan melakukan kerja sama dengan Kementerian PUPR, bekerja sama dengan Bank Nasional yang telah menyediakan fasilitas FLPP.

Baca Juga
Lihat juga...