banner lebaran

Satgas Waspada Investasi OJK Awasi Jasa Keuangan‘Fintech’

213
Ilustrasi -Dok: CDN

NUSA DUA – Satuan Tugas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan membidik perusahaan jasa keuangan berbasis teknologi atau financial technology (fintech) dengan skema pinjam meminjam yang berisiko mengarah tindak pidana seperti pencucian uang dan pendanaan terorisme.

“Kalau terdaftar fintech ini akan mendorong ekonomi bukan untuk sarana pidana,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing, dalam seminar internasional kebijakan dan regulasi fintech di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Senin (12/3/2018).

Untuk itu, pihaknya mendesak 37 perusahaan fintech yang menjalankan usaha pinjam meminjam atau peer to peer lending untuk segera terdaftar di OJK dan mengurus perizinan.

Tongam menjelaskan, 37 perusahaan dengan 58 aplikasi tersebut sebelumnya telah dipanggil Satgas Waspada Investasi bersama Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, yakni Unit Kejahatan Siber dan Kriminal Khusus pada pertengahan Februari 2018.

OJK, lanjut dia, telah memiliki peraturan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi agar dipatuhi perusahaan tersebut.

Beberapa di antara 37 perusahaan itu, kata dia, juga berdomisili di luar negeri atau servernya berada di luar Indonesia. “Kami minta hentikan kegiatan fintech sampai terdaftar dan segera daftar di OJK. Setelah pertemuan itu banyak yang mau daftar dan banyak cabut aplikasi,” ucapnya.

Untuk terdaftar di OJK, lanjut dia, perusahaan fintech itu harus berbentuk PT atau koperasi, aplikasi terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika dan terdaftar di OJK.

Pihaknya, telah berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk memproses perusahaan tersebut yang tidak mengindahkan aturan di OJK. “Kami akan laporkan fintech yang tidak sesuai aturan. Kami tidak main-main. Fintech harus taat bila mau beroperasi,” imbuh Tongam.

Hingga Januari 2018, perusahaan peer to peer lending atau perusahaan dalam jaringan yang mempertemukan peminjam dengan pemberi pinjaman yang terdaftar di OJK mencapai 36 perusahaan dan satu perusahaan berizin.

Sedangkan 42 perusahaan saat ini tengah melakukan proses pendaftaran di OJK. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.