Saudi Bentuk Departemen Khusus Investigasi Kasus Korupsi

257
Ilustrasi bendera Arab Saudi - Foto : Ist/ Dokumentasi CDN

DUBAI – Raja Salman dari Arab Saudi memerintahkan pembentukan departemen-departemen khusus di kantor penuntut umum untuk menyelidiki kasus-kasus korupsi. Kantor penerangan pemerintah dalam pernyataannya mengatakan, penyelidikan tersebut akan diikuti dengan upaya menuntut para pelakunya.

Jaksa Agung setempat Sheikh Saud al-Mujib menyebut, langkah tersebut bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan mempercepat proses memerangi korupsi yang sedang dilakukan Arab Saudi.

Sebelumnya, penguasa Arab Saudi telah menahan ratusan pengusaha kelas atas dan anggota keluarga kerajaan pada November tahun lalu. Penahanan dilakukan selama beberapa bulan di Ritz-Carlton Riyadh yang merupakan rangkaian sebuah penyelidikan antikorupsi.

Sebagian besar yang ditahan sejak itu dibebaskan setelah tercapai penyelesaian keuangan dengan pemerintah. Tetapi sejumlah orang lainnya masih mendekam dalam tahanan dan mungkin diajukan ke pengadilan. Para pejabat belum memberitahu nama-nama mereka yang masih ditahan, tuduhan-tuduhan terhadap mereka atau rencana-rencana kasus-kasus tersebut dituntut.

Perang melawan korupsi yang diperintahkan Putera Mahkota Mohammed bin Salman. Kebijakan tersebut menyasar sejumlah pangeran, empat menteri, dan puluhan mantan menteri. Pada lapor Mingggu (5/11/2017) salah satu yang ditahan ialah pebisnis terkemuka dan investor Arab Saudi Pangeran Alwaleed bin Talal.

Perkembangan ini mengejutkan dan hampir semua analis Timur Tengah. Mereka mengatakan penahanan besar-besaran seperti ini tak mungkin terjadi di masa lalu dan diduga program antikorupsi tidak akan berhenti sampai di sini. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.