Sayur Urap, Enak Dimakan Bersama Ikan Kuah Asam

Editor: Satmoko

421

MAUMERE – Makanan urap dari sayur-sayuran sesekali sering dijumpai dan disajikan saat ada pesta atau dalam keseharian masyarakat di Kota Maumere, sebab pembuatannya mudah dan tidak memerlukan keahlian khusus.

“Sehari-hari biasanya kita sering menjumpai urap dari daun pepaya atau daun singkong yang juga selalu dijual saat sore hari di sepanjang jalanan utama di kota Maumere. Biasanya urap tersebut dijual dengan singkong dan pisang rebus,” ujar Magdalena Peni Lamak, Sabtu (17/3/2018).

Selain kedua urap ini yang sering ditemui, kata Magdalena, terkadang juga dijumpai urap dengan bahan yang berasal dari berbagai jenis sayur seperti kol, wortel, bayam dan toge.

“Sayur kol, wortel, bayam dan toge diiris kecil-kecil lalu dimasak terlebih dahulu hingga matang. Sesudah itu sayuran tersebut diangkat serta ditiriskan airnya hingga kering,” terangnya.

Setelah itu, lanjut Magdalena, mulai disiapkan bumbunya seperti bawang merah, bawang putih, halia, kencur dan bisa juga ditambah dengan cabai merah atau cabai hijau besar yang diiris tipis-tipis.

“Bumbu yang sudah diiris tersebut dicampur dengan sayuran dan diaduk-aduk hingga merata lalu didiamkan. Kelapa yang sudah diparut dan disangrai lalu dimasukkan ke dalam sayuran yang sudah dibumbui, diaduk hingga merata,” bebernya.

Magdalena Peni Lamak pegawai kantor KSP Kopdit Pintu Air. Foto : Ebed de Rosary

Setelah didiamkan sekitar satu jam, jelas Magdalena, urap sayur tersebut pun siap dihidangkan. Makannya tidak cocok dengan ubi atau pisang rebus tetapi menggunakan nasi putih atau lebih enak disantap dengan nasi merah.

“Paling enak dimakan dengan lauk ikan kuah asam dibandingkan dengan ikan atau ayam goreng. Namun urap tersebut tidak bertahan lama karena menggunakan kelapa sehingga biasanya langsung disantap dan tidak bisa disimpan seharian,” ucapnya.

Maria Parera, warga Maumere lainnya yang ditanya soal makanan urap ini mengatakan, urap merupakan makanan yang selalu dimakan masyarakat Kabupaten Sikka sebab mudah dibuat dan lebih banyak sayurnya serta hanya sejenis saja.

“Orang lebih suka makan sayur urap daun singkong dan daun pepaya. Prosesnya pun sama dimana sayur tersebut direbus terlebih dahulu baru dicampur dengan parutan kelapa,” sebutnya.

Urap daun pepaya jarang sekali dijual pedagang makanan lokal saat sore hari sebab hanya sedikit saja yang berminat dibandingkan dengan urap daun singkong. Daun pepaya biasanya direbus terlebih dahulu bersamaan dengan daun kedondong hutan (reo) agar rasanya tidak pahit.

Baca Juga
Lihat juga...