Sejumlah Tersangka Korupsi KTP-El Diperiksa KPK

Editor: Koko Triarko

253

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sejumlah pihak yang secara resmi telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi KTP-El.

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, mengatakan beberapa tersangka yang kembali diperiksa tersebut antara lain Sugiharto dan Made Oka Masagung. “Keduanya sudah selesai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta”, jelasnya, di Gedung KPK Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Tersangka Sugiharto merupakan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia. Sugiharto juga merupakan salah oramg kepercayaan tersangka Irman, mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri.

Tersangka Made Oka Masagung di Gedung KPK Jakarta. –Foto: Eko Sulestyono

Sedangkan tersangka Made Oka Masagung merupakan salah satu rekanan bisnis sekaligus orang kepercayaan tersangka lainnya, yaitu Setya Novanto, yang pada saat pembahasan proyek pengadaan KTP-El menjabat sebagai Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia periode 2009 hingga 2014.

Mereka diduga ikut terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam kasus perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek pengadaan KTP-El. Menurut perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tersebut berpotensi menimbulkan kerugian anggaran keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun.

Menurut Febri Diansyah, hingga saat ini penyidik KPK secara resmi telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP-El. Yakni, Irman, Sugiharto, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Setya Novanto, Anang Sugiana Sudiharjo, Markus Nari, Made Oka Masagung dan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.

Proyek pengadaan KTP-El tersebut diperkirakan telah menghabiskan anggaran keuangan negara sebesar Rp5,9 triliun, yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2011 hingga 2012 atau multiyears.

Hingga saat ini, penyidik KPK masih terus menelusuri aliran dana yang diduga berasal dari proyek KTP-El, yang diduga sebagai suap atau gratifikasi yang telah diterima oleh sejumlah oknum mantan Anggota Komisi II DPR RI periode 2009-2014.

Baca Juga
Lihat juga...