Sekardangan Dinobatkan sebagai Kampung Terinovatif di Sidoarjo

251
Pengelolaan sampah, ilustrasi -Dok: CDN

SIDOARJO – Pemkab Sidoarjo menobatkan RT. 23 RW. 07 Kelurahan Sekardangan, Kecamatan Sidoarjo, atau yang lebih dikenal sebagai “Kampung Edukasi Sampah” sebagai kampung yang terinovatif di Kabupaten Sidoarjo dalam program “Sidoarjo Bersih dan Hijau (SBH) Zero Waste Academy 2017-2018”.

Penghargaan itu diberikan kepada Edi Priyanto, selaku Ketua RT.23 RW 07 Kelurahan Sekardangan, Kecamatan Sidoarjo.

“Kompetisi Zero Waste yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo ini bertujuan agar merubah mindset masyarakat Sidoarjo dalam hal pengelolaan sampah yang baik dan benar,” kata Edi, di Sidoarjo, Jatim, Senin (12/3/2018).

Ia menjelaskan, masih banyak dijumpai sampah yang menyebar di tempat yang tidak semestinya di kawasan Sidoarjo seperti pinggir jalan, sungai. “Salah satu program DLHK kabupaten Sidoarjo adalah mewujudkan manajemen sampah yang baik, sehingga kebersihan dan keindahan di Kabupaten Sidoarjo akan semakin meningkat dengan tata kelola sampah yang benar,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Sidoarjo Kota, Agus Maulidy menyatakan kegembiraannya atas capaian dan prestasi Kampung Edukasi Sampah RT.23 Kelurahan Sekardangan yang telah berhasil memborong empat penghargaan dari empat kategori yang berbeda.

Agus mengatakan, kepedulian terhadap pemilahan dan pengolahan sampah tidak hanya terfokus pada saat kegiatan lomba saja. “Namun, masyarakat juga memiliki kebiasaan untuk melakukan pengelolaan sampah sehari-harinya dan hal ini telah dilakukan di Kampung Edukasi Sampah,” ujarnya.

Selanjutnya, Agus berharap program kompetisi seperti ini terus dilaksanakan agar mampu memotivasi masyarakat, guna mewujudkan sebuah budaya hidup bersih dikalangan masyarakat Sidoarjo.

“Saya mengapresiasi semangat warga RT.23 Sekardangan yang telah peduli terhadap lingkungan, penanganan sampah dilakukan oleh masyarakat dan sampah bisa menjadi bermanfaat karena memiliki bernilai ekonomis,” tambah Santoso Kepala Kelurahan Sekardangan.

Santoso kembali menyebutkan, bahwa tak hanya melakukan pemilahan dan pengolahan sampah, namun RT. 23 Sekardangan saat ini telah dijadikan role model dalam pembelajaran tentang pengelolaan sampah, mulai dari sampah rumah tangga dan sampah disekitarnya untuk diolah menjadi kompos maupun aneka keterampilan.

“Sehingga tidak berlebihan, bila kampung yang telah dikenal dengan kampung edukasi sampah ini dinobatkan sebagai kampung terinovasi di Sidoarjo oleh Bapak Bupati Sidoarjo,” ucapnya.

Ketua RT. 23 Sekardangan, Edi Priyanto yang juga diganjar sebagai Presenter Terbaik dalam Program Sidoarjo Bersih dan Hijau (SBH) 2017-2018 tersebut, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Sidoarjo dan Pemerintah Sidoarjo dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) yang telah mendampingi dan mendukung sepenuhnya pelaksanaan pengelolaan sampah dan lingkungan yang benar di lingkungan RT-nya.

Edi meyakini, apa yang telah diupayakan Pemkab Sidoarjo dengan penyelenggaraan Sidoarjo Bersih dan Hijau (SBH) Zero Waste Competition ini akan memberikan dampak yang besar kepada masyarakat Sidoarjo khususnya dalam hal perubahan kebiasaan memilah dan mengolah sampah dengan benar.

Sebelumnya, RT. 23 Kelurahan Sekardangan, Kecamatan Sidoarjo telah merintis kampungnya menjadi sebuah “Kampung Edukasi Sampah” bagi para generasi muda.

Saat ini, Kampung Edukasi Sampah itu telah mulai ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah lain, khususnya para pelajar dari berbagai sekolah untuk belajar mengelola sampah seperti bagaimana pengolahan sampah rumah tangga menggunakan komposter tong takakura maupun komposter aerob serta pembuatan pupuk cair organik yang juga berasal dari sampah rumah tangga.

Mereka pun juga sekaligus dapat berwisata karena dilokasi Kampung Edukasi Sampah karena telah tersedia banyak spot tiga dimensi (3D) untuk berfoto ria swafoto maupun sekadar bermain permainan tradisional tempo dulu seperti aneka engklek, gobak sodor, ular tangga, boi boian, dan permainan lainnya.

Beberapa sekolah juga telah memanfaatkan untuk kegiatan outing siswanya dengan memperkenalkan permainan tradisional tempo dulu sekaligus menjajalnya, kemudian dikenalkan berbagai macam tanaman obat-obatan keluarga beserta manfaatnya serta melihat secara langsung proses pemilahan dan pengolahan sampah rumah tangga.

Permainan tradisional tersebut juga dapat mengurangi ketergantungan penggunaan gadget pada anak-anak, Kampung Edukasi Sampah juga tersedia rumah baca yang berisi buku bacaan anak-anak guna memperluas wawasan disamping tersedia juga permainan wayang anak dan lintasan tamiya yang terbuat dari kardus bekas. (Ant)

Lihat juga...

Isi komentar yuk