Sentra IKM Berbasis Sagu Dibangun di Meranti

189
Petani sagu, ilustrasi -Dok: CDN

SELATPANJANG – Pemerintah pusat melalui Kementerian Perindustrian RI, menyalurkan anggaran Rp20 miliar, dari total Rp60 miliar untuk pembangunan Sentra Industri Kecil Menengah (SIKM) berbasis sagu di Sungaitohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti dan kini sedang memasuki proses lelang.

Kabid Industri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Meranti, Rudi di Selatpanjang, mengatakan pembangunan fasilitas di kawasan sentra sagu itu dilakukan secara bertahap selama tiga tahun.

“Untuk lahannya sendiri, difasilitasi oleh pemerintah kabupaten. Sedangkan pengadaan peralatan murni dari anggaran pusat,” ujar Rudi, Jumat (23/3/2018).

Dijelaskannya lagi, SIKM bertujuan untuk meningkatkan nilai produk sagu yang dihasilkan masyarakat. Jika selama ini yang dihasilkan sebatas sagu basah, maka dengan fasilitas yang diberikan dapat ditingkatkan menjadi tepung sagu.

“Pengembangan produk hingga ke hilir jadi fokus program ini. Sehingga ada peningkatan terhadap nilai ekonomi masyarakat,” ujar Rudi.

Selain mengembangkan produk turunan berbasis sagu oleh pelaku IKM, program itu juga akan membantu dalam sektor pengemasan hingga pemasaran produk. Selama ini, permasalahan tersebut menjadi salah satu faktor penghambat bagi pelaku usaha.

“Selain fasilitas dalam bentuk pelatihan usaha, pengembangan dengan bantuan alat, kita juga akan bantu pada kemasan dan pemasaran,” ungkap Rudi.

Sebagaimana diketahui, Desa Sungaitohor Kecamatan Tebintinggi, merupakan wilayah yang ditetapkan oleh Pemkab Kepulauan Meranti, sebagai Sentra Sagu. Berdasarkan data pemerintah daerah, produksi sagu basah dari 14 kilang sagu di Sungaitohor mencapai 600-700 ton per hari. Dengan harga berkisar Rp2.000 – Rp3.000 per kilogram, sedangkan sagu kering atau tepung sagu dapat mencapai Rp8.000/kg.

Bupati Kepulauan Meranti, Irwan, mengaku pengembangan sagu memang menjadi prioritas pemerintah kabupaten. Selain menjemput program-program pusat, Pemkab Meranti sudah berhasil menelurkan bibit sagu varietas unggul Selatpanjang.

“Sagu ini adalah alternatif pegganti beras. Kita berharap sagu ini bukan lagi makanan tradisional, tapi dapat membantu sawasembada pangan nasional. Makanya harus menjadi fokus bukan hanya Pemda tapi juga pusat,” harap Irwan. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.