Setya Novanto Sebut Sejumlah Nama Penerima Dana KTP-El

Editor: Koko Triarko

312

JAKARTA – Persidangan lanjutan kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek pengadaan KTP-El dengan tersangka Setya Novanto kembali digelar di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakara Pusat, Kamis (22/3/2018).

Terdakwa Setya Novanto dalam persidangan menyebutkan, bahwa ada aliran dana yang diberikan oleh orang kepercayaannya, yaitu Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Made Oka Masagung dan Andi Agustinus alias Andi Narigong.

Uang tersebut didistribusikan kepada sejumlah anggota dewan sebagai sebuah bentuk suap atau gratifikasi.

Setnov  juga mengatakan, hampir sebagian besar Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia periode 2009 hingga 2014 diduga telah menerima aliran dana tersebut.

Ada pun jumlah nominalnya bervariasi, namun rata-rata penerimaan uangnya mencapai 500 ribu Dolar Amerika (USD).

Setnov sempat menyebut pula, bahwa sejumlah nama-nama anggota dewan mulai dari Olly Dondokambey, Chaeruman Harahap, Melchias Markus Mekeng, Ganjar Pranowo, Tamsil Linrung, Puan Maharani, Pramono Anung, Jafar Hafsah dan masih banyak yang lainnya diduga ikut menerima dan menikmati aliran dana dari proyek KTP-El.

“Berdasarkan keterangan Andi Agustinus, saat berkunjung ke rumah saya menjelaskan, bahwa dirinya mengaku pernah memberikan sejumlah uang kepada sejumlah mantan Anggota Komisi II DPR RI periode 2009 hingga 2014, uang tersebut diberikan Andi masing-masing melalui perantara Made Oka Masagung dan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo” kata Setya Novanto, di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Setnov kemudian merinci dugaan penerimaan uang dari proyek KTP-El, Chaeruman Harahap diduga menerima 500.000 USD, Ganjar Pranowo diduga menerima 500.000 USD, namun dipotong oleh Chaeruman Harahap, Melchias Markus Mekeng diduga menerima 500.000 USD, Olly Dondokambey diduga menerima 500.000 USD.

Setnov kemudian juga sempat memyebutkan, bahwa Puan Maharani diduga menerima 500.000 USD, Pramono Anung diduga menerima 500.000 USD, Tamsil Linrung diduga menerima 500.000 USD, Jafar Hafsah diduga menerima 500.000 USD.

Sementara itu, sejumlah anggota dewan lainnya yang sudah meninggal dunia, yaitu Ignatius Mulyono, Mustokoweni dan Burhanuddin Napitupulu diduga juga telah menerima uang masing-masing sebesar 500.000 USD. Namun hingga saat ini, uang yang diterima anggota dewan yang sudah wafat tidak diketahui dari mana asalnya.

Menurut Setnov, jumlah total uang yang berhasil dikumpulkan dari aliran dana KTP-El diperkirakan mencapai 7,3 juta USD. Uang yang dikumpulkan tersangka Irvanto diperkirakan sebesar 3,5 juta USD, sementara uang yang dikumpulkan tersangka Made Oka Masagung diperkirakan sebesar 3,8 juta USD.

Baca Juga
Lihat juga...