banner lebaran

Setya Novanto: Uang KTP-El Dipakai Rapimnas Golkar

Editor: Koko Triarko

243

JAKARTA – Terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pengadaan KTP-El, Setya Novanto, mengatakan di persidangan, bahwa ada sejumlah aliran dana yang berasal dari proyek pengadaan KTP-el dipakai untuk membiayai beberapa kegiatan, salah satunya sejumlah kegiatan yang berhubungan dengan partai.

Menurut Setya Novanto (Setnov), salah satunya sempat dipakai untuk membiayai Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar yang diperkirakan mencapai Rp5 miliar. Dalam keterangannya di persidangan pula, Setnov mengaku uang tersebut sebenarnya berasal dari proyek KTP-El yang disalurkan melalui keponakannya, yaitu Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.

Dirinya juga mengaku, bahwa uang yang diduga berasal dari hasil korupsi proyek pengadaan KTP-El tersebut sudah dikembalikan kepada negara melalui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Uang tersebut menurut pengakuan Setnov memang sudah diterima oleh pihak KPK sebagai ganti rugi kerugian negara.

“Yang Mulia, sebagian aliran dana yang berasal dari proyek KTP-El memang sempat dipakai atau dipergunkan untuk membiayai Rapimnas Partai Golkar, jumlahnya diperkirakan sekitar Rp5 miliar, uang tersebut diberikan oleh keponakan saya Irvanto, namun uang tersebut sebenarnya sudah saya kembalikan kepada negara”, kata Setya Novanto, Kamis (22/4/2018).

Saat ditanya Ketua Majelis Hakim, apa alasan mengembalikan uang tersebut, Setnov mengaku inisiatif mengembalikan uang tersebut semata-semata karena alasan pribadi atau keluarga. Setnov menganggap, bahwa Irvanto dipastikan tidak akan mampu mengembalikan uang sebanyak itu kepada negara.

Setnov juga menjelaskan, bahwa bagaimana pun Irvanto adalah keponakannya atau bagian dari anggota keluarga, oleh sebab itulah dirinya kemudian memgambil alih tanggung jawab dan langsung mengembalikan uang tersebut untuk mengembalikan potensi kerugian keuangan negara melalui KPK.

Berdasarkan penyelidikan KPK, tersangka Irvanto dan Made Oka Masagung diduga telah menerima dan mengumpulkan aliran dana yang diduga berasal dari proyek KTP-El sebesar 7,3 juta Dolar Amerika (USD). Uang tersebut diduga telah diserahkan seluruhnya kepada Setnov dengan cara ditransfer secara bertahap atau sedikit demi sedikit.

KPK juga menemukan fakta, bahwa uang tersebut diduga diberikan kepada Setnov dengan cara ditransfer melalui beberapa tempat penukaran mata uang atau money changer di Singapura.

KPK meyakini, bahwa cara transfer melalui money changer tersebut bertujuan untuk menghindari pemantauan lembaga otoritas keuangan Indonesia, sehingga lalu lintas pergerakan uang tersebut tidak dapat terdeteksi atau dilacak.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.