SMK Pertanian Belajar Praktik di Puskolap Jiro Jaro WTM

Editor: Irvan Syafari

418

MAUMERE –– Sebanyak 19 siswa-siswi SMK Pertanian Kaliwajo Kecamatan Mego selama sebulan sejak 19 Februari sampai 19 Maret 2018 melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Pusat Sekolah Lapangan (Puskolap) Jiro Jaro Wahana Tani Mandiri untuk belajar teori dan praktik terkait pertanian.

“Selama sebulan para pelajar dibekali materi baik teori maupun praktek di antaranya terkait sistem pertanian berkelanjutan, ilmu tanah, manajemen kelompok serta pestisida dan pupuk organik,” terang Dedi Alexander staf WTM, Kamis (8/3/2018).

Para pelajar SMK Pertanian St Markus ini, tambah Dedi, juga diajarkan tentang budi daya tanaman pangan, pertanian selaras alam, budi daya tanaman holtikultura dan beberapa materi lain yang akan diberikan selama sebulan praktik kerja ini berlangsung.

“Materi-materi yang diberikan itu akan diimbangi dengan praktik lapangan seperti praktek persiapan lahan, pembuatan pestisida dan pupuk organik, membuat ajir atau lanjaran, praktik permakultur, pengolahan tanah dengan olah jalur, pengembangan tomat pada area kaji banding dan lainnya sampai kepada perawatan tanaman,” bebernya.

Sementara itu Kristoforus Gregorius,  staf WTM lainnya mengharapkan dari kegiatan ini, para siswa nantinya mampu mengembangkan dunia pertanian dengani bisa menjadi petani yang mandiri, mampu menerapkan pertanian yang selaras alam dan bisa membagikan pengetahuan dan pengalamannya selama praktik kepada masyarakat.

“Kami sangat mengharapkan para siswa dan masyarakat menyadari bahwa sesungguhnya petani dan dunia pertanian adalah kaya.Untuk itu siswa-siswi SMK Pertanian kita bekali dengan teori dan praktik agar bisa menerapkannya langsung,” ungkapnya.

WTM lanjut Cristo sapaannya, diberi kepercayaan oleh pihak SMK St. Markus untuk memfasilitasi kegiatan ini mulai dari materi sampai pada praktik di lapangan.

“Kita juga akan bawa mereka mengunjungi kelompok tani dampingan WTM yang telah menerapkan ilmu yang didapat,” imbuhnya.

Konstantinus Djawa selaku Kepala Sekolah SMK Pertanian St Markus menyebutkan, pihaknya sengaja menggandeng WTM untuk memberikan teori dan praktik kepada para pelajar. Menurut dia WTM sudah berpengalaman mendampingi petani di Kabupaten Sikka, melalui wadah kelompok tani yang dibentuk.

“Kami ingin agar para siswa bisa mendapatkan ilmu pertanian yang benar dan komplit disesuaikan dengan kebutuhan zaman, namun tetap tidak meninggalkan kearifan lokal masyarakat dalam membuka kebun hingga proses panen,” ungkapnya.

Baca Juga
Lihat juga...