Stok Vaksin Anti Rabies di Dinas Peternakan Provinsi NTT Habis

Editor: Irvan Syafari

309
Dokter Asep Purnama Sekertaris Komite Rabies Flores Lembata-Foto: Ebed de Rosary

MAUMERE — Stok Vaksin Anti Rabies (VAR) untuk anjing baik di Kabupaten Sikka maupun di Dinas Peternakan Provinsi NTT saat ini sedang kosong. Langkah penanggulangan Rabies dilakukan dengan membatasi pergerakan anjing dengan cara mengikat atau mengurung anjing, sehingga tidak berkeliaran guna mengurangi resiko penularan rabies dalam populasi anjing.

“Anjing harus diikat sebab vaksin anti rabies di Dinas Pertanian Kabupaten Sikka maupun Provinsi NTT sedang tidak ada guna mencegah penularan pada manusia,” tegas Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sikka dr Valentinus Sili Tupen, MKM, Jumat (9/3/2018).

Masyarakat kata Valens sapaannya, dihimbau agar anjing yang menunjukkan gcjala rabies antara lain terjadi perubahan perilaku menjadi agresif, mengigit manusia atau hewan lainnya segera disembelih untuk sclanjutnya bagian kepala anjing diserahkan ke Laboratorium Veteriner dinas Pertanian kabupaten Sikka,” sebutnya.

Dokter Asep Purnama, Sekertaris Komite Rabies Flores dan Lembata kepada Cendana News menyesalkan terjadinya kehabisan stok Vaksin Anti Rabies (VAR)untuk anjing tersebut. Pemerintah tidak fokus menyediakan stok vaksin agar jangan sampai kehabisan stok sebab kasus gigitan anjing Rabies terus meningkat.

“Dulu pernah saya menulis penanganan rabies di Flores ibarat pemadam kebakaran yang kehabisan air. Karena fokus pada VAR dan pada akhirnya VAR pasti akan habis karena jika Rabies pada anjing tidak terkendali, maka jumlah gigitan akan meningkat. Kehabisan VAR akan terjadi di sekitar triwulan ke 4 atau akhir tahun,” tegasnya.

Ditambahkan Asep, vaksin di Kabupaten Sikka selama ini didapat dari pemerintah pusat melalui Dinas Peternakan Provinsi NTT. Entah mengapa selama ini jumlah vaksin yang dialokasikan pemerintah pusat lebih sedikit dari populasi anjing di Kabupaten Sikka.

“Sementara ini banyak kasus terjadi dan Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Pertanian selalu melakukan vaksin dan penyisiran terhadap anjing yang dipelihara masyarakat. Kadang masyarakat juga mengkonsumsi anjing yang sudah tertular penyakit rabies,” sesalnya.

Sudah lebih dari 250 warga Flores beber Asep, meninggal sia-sia akibat Rabies. Padahal meski rabies memang mematikan tapi bisa dicegah. Setelah digigit, cuci luka dengan sabun dan air mengalir dan segera ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan VAR (Vaksin Anti Rabies).

“Musuh kita si virus rabies, bukan anjing, sebab anjing juga korban virus rabies. Seperti manusia, anjing juga ingin hidup sejahtera sehingga jadilah pemilik anjing yang bertanggung jawab dengan memastikan anjing sudah divaksin rabies,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...