Subiyakto Tjakrawedaja Ajak Masyarakat Lanjutkan Perjuangan Pak Harto

Editor : Mahadeva WS

373

YOGYAKARTA — Ketua Yayasan Damandiri  Subiyakto Tjakrawerdaja mengajak masyarakat untuk melanjutkan perjuangan Bapak Pembangunan Indonesia HM Soeharto. Menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak mungkin untuk mengentaskan kemiskinan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan. 

Dengan lapangan pekerjaan, maka upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan. “Perjuangan kita sekarang tidak lagi menghadapi penjajah seperti dulu. Tantangan pembangunan sekarang adalah bagaimana menciptakan lapangan kerja sebanyak mungkin. Sehingga semua rakyat Indonesia bisa bekerja,” ujar Subiyakto di acara Pesta Rakyat memperingati Bapak Pembangunan Indonesia HM Soeharto di Kawasan Museum Memorial HM Soeharto Dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Sabtu (3/3/2018).

Subiyakto menyatakan, dengan pekerjaan masyarakat bisa mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehingga kesejahteraan meningkat. Sejahtera dan makmurnya seluruh rakyat Indonesia tanpa ada orang yang miskin, merupakan cita-cita Pak Harto.

Ketua Yayasan Damandiri Subiyakto Tjakrawerdaja (duduk depan lima dari kanan) bersana pengurus 7 yayasan pak Harto lainnya Titiek Soeharto (Duduk depan empat dari kanan) menyaksikan pertunjukan wayang nusantara di Museum Memorial HM Soeharto – Foto Jatmika H Kusmargana

Subiyakto mengatakan, Pak Harto mendapat gelar bapak pembangunan Indonesia, karena perjuangannya untuk kepentingan bangsa dan negara. Perjuangan Pak Harto dimulai sejak usia 28 tahun, saat peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949.

“Di umur 28 tahun Pak Harto sudah rela berjuang untuk bangsa dan negara. Ia mampu mengorganisasi dan mengkoordinir ribuan pasukan dengan alat komunikasi yang masih sangat sederhana. Kalau tidak punya kepemimpinan luar biasa, tentu tidak akan mungkin bisa,” tandasnya.

Setelah menjadi presiden, semangat perjuangan Pak Harto untuk mengabdikan diri pada bangsa dan negara, diteruskan dengan membangun Indonesia. Dikatakan Subiyakto, selama 32 tahun memimpin, Pak Harto berhasil mengurangi jumlah rakyat miskin yang awalnya secara signifikan.

“Itu salah satu prestasi luar biasa. Sehingga beliau mendapat penghargaan dari MPR sebagai bapak pembangunan. Sampai sekarang gelar itu hanya ada satu. Tidak seperti gelar pahlawan nasional yang jumlahnya banyak. Dan keputusan itu dikeluarkan melalui TAP MPR. Kedudukannya lebih tinggi dari Keputusan presiden,” katanya.

Ketua Yayasan Damandiri Subiyakto Tjakrawerdaja memberikan hadiah kepada peserta lomba dalam acara Pesta Rakyat mengenang bapak Pembangunan Indonesia HM Soeharto di dusun Kemusuk – Foto Jatmika H Kusmargana

Karena itulah menurut Subiyakto, kegiatan Pesta Rakyat dalam rangka mengenang Bapak Pembangunan Indonesia HM Soeharto, digelar agar masyarakat bisa mengenang Presiden Soeharto. Semuanya dapat melanjutkan semangat patriotisme, rela berkorban maupun semangat untuk membangun demi kepentingan bangsa dan negara yang diberikan Pak Harto. “Semangat Pak Harto untuk membangun bangsa dan negara itulah yang ingin terus kita kobarkan dan kita lanjutkan,” katanya.

Selain dimeriahkan dengan berbagai macam lomba dan pertunjukan wayang nusantara, kegiatan pesta rakyat dalam rangka mengenang Bapak Pembangunan Indonesia HM Soeharto sendiri juga dimeriahkan dengan bazar UMKM. Puluhan UMKM binaan GEMARSHS Titiek Soeharto, maupun UMKM binaan Yayasan Damandiri, dari wilayah Bantul turut serta dalam acara tersebut.

Baca Juga
Lihat juga...