banner lebaran

Sukses dalam “Danur”, Prilly Tidak Mau Dicap Bintang Film Horor

Editor: Irvan Syafari

257
Prilly Latuconsina-Foto Akhmad Sekhu.

JAKARTA — Setelah sukses film horor “Danur: I Can See Ghosts”, Prilly Latuconsina kini kembali tampil dalam sekuelnya “Danur 2: Maddah”. Sekuel ini berkisah tentang gadis indigo bernama Risa Saraswati, yang kali ini menolong pamannya dari godaan hantu perempuan.

Dalam film produksi MD Pictures dan Pichouse Films ini Prilly merasa lebih tertantang lagi untuk menunjukkan kemampuan aktingnya dengan adegan kerasukan setan, di mana dirinya diharuskan mengubah suaranya.

“Dalam film ini ada adegan kerasukan dimana saya harus mengubah suara,” kata Prilly seusai press screening “Danur 2: Maddah”di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, beberapa waktu yang lalu.

Dara kelahiran Kota Tangerang, Provinsi Banten, 15 Oktober 1996, itu mengaku kesulitan melakukan adegan itu, tapi ia profesional melakukannya dengan sebaik mungkin sampai merasa sangat lelah sekali hingga tenggorokannya terasa sangat sakit.

“Sumpah kayak langsung radang tenggorokan gitu. Tenggorokan kayak rasanya sudah lecet,” ungkapnya tampak penuh kecemasan.

Menurut Prilly, ada yang beda film ini dengan film sebelumnya. “Di awal film karakter Risa langsung bertemu dengan “teman-temannya”, tapi di sini dia sudah lebih dewasa, sudah tahu, dan bisa menerima kemampuannya untuk berkomunikasi dengan mereka,” kata Prilly.

Prilly mengungkapkan, selama syuting film ia kembali merasakan kejadian menyeramkan, yang terjadi ketika ia menjalani adegan membuka korden dan melihat bayangan.

“Anehnya bayangan ini semua orang lihat. Jadi dikirain kru itu adalah bayangan orang. Hai, siapa tuh? Bocor ! Bocor! Tapi pas dilihat, enggak ada siapa-siapa,” kenangnya.

Mengenai poster film “Danur 2: Madda” yang memperlihatkan Prilly berperan sebagai Risa dipeluk oleh hantu dari belakang. Di depannya ada lima hantu anak kecil duduk bersila yang cuma bisa termangu, tak berusaha menolong Risa.

“Sebenarnya poster ini menggambarkan cerita film Danur, mengapa aku ditarik jiwanya sama si hantu itu, karena si Risa ini kan bisa berkomunikasi dengan mereka,” jawabnya tampak mencoba tenang.

Karakter Risa yang dilakoni Prilly mengerti apa yang mereka mau, makanya hantu-hantu di sekeliling itu kalau melihat Risa kayak melihat magnet, ingin ditarik, hantu-hantu ini ingin minta tolong dan ingin menyampaikan sesuatu.

“Karena Risa memang bisa berkomunikasi dengan mereka. Jadi itu menggambarkan cerita dan beberapa adegan sih bukan satu adegan saja.”

Sukses membintangi film horor bukan berarti Prilly ingin terus dengan film menyeramkan ini, bahkan ia terobsesi ingin mencoba genre lainnya.

“Saya ingin mencoba genre lainnya dan enggak mau dicap bintang film horor. Meski banyak yang tawarin main di film horor lain, tapi enggak saya ambil,” tegasnya.

Prilly berharap kelak ia ingin dapat berperan dalam film bergenre drama.

“Horor sudah, thriller sudah, saya sekarang ingin bintangi film drama percintaan,” tandasnya dengan mimik begitu serius.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.