Sungai Meluap, Polair Bantu Warga Ungsikan Barang

Editor: Satmoko

322

LAMPUNG – Direktorat Polisi Air (Polair) Baharkam Mabes Polri, Ditpolair Polda Lampung dan Satpolair Polres diterjunkan bersama anggota Polres Lampung Selatan (Lamsel) melalui Polsek Sragi membantu korban banjir luapan Sungai Way Sekampung.

Kepala Satpolair Polres Lamsel, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Yaya Sudrajat menyebut, personil gabungan Polair sudah dikerahkan ke lokasi semenjak banjir melanda wilayah dusun Bunut Utara dan dusun Umbul Besar yang terendam banjir.

Hingga proses pengungsian warga dari permukiman terendam banjir Iptu Yaya Sudrajat menyebut, berkoordinasi dengan kecamatan Sragi, BPBD Lamsel, Dinsos Lamsel membantu korban banjir.

Iptu Yaya Sudrajat menyebut, personil Polair yang dikerahkan terdiri dari anggota Direktorat Polisi Air Baharkam Mabes Polri sebanyak 11 personil, Ditpolair Polda Lampung sebanyak 3 personil, Satpolair Polres Lamsel sebanyak 11 personil. Personil  dikerahkan melalui jalur darat dengan berjalan kaki akibat akses jalan mulai sulit dilintasi dengan kendaraan.

“Kami menggunakan akses darat memakai kendaraan roda empat selanjutnya berjalan kaki karena jalan sudah susah dilintasi, peralatan perahu karet juga sudah dikerahkan membantu warga mengevakuasi barang-barang,” terang Kasatpolair Polres Lampung Selatan, Iptu Yaya Sudrajat, saat dikonfirmasi Cendana News di Dusun Umbul Besar Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi, Minggu (11/3/2018).

Personil Polair yang disiagakan diakuinya juga akan dikerahkan saat dibutuhkan dengan armada kapal yang saat ini disiagakan di pangkalan dermaga Keramat Desa Sumur Kecamatan Ketapang.

Kepala Satpolair Polres Lampung Selatan Aiptu Yaya Sudrajat saat berada di lokasi tenda pengungsian warga di tanggul penangkis [Foto: Henk Widi]
Pantauan selama 24 jam terus dilakukan mengingat ketinggian air pada beberapa titik di Dusun Bunut dan Dusun Umbul Besar sudah berkisar 90 cm hingga 100 cm.

Iptu Yaya Sudrajat menyebut, personil Polair membantu warga mengangkat barang-barang menggunakan perahu karet dari rumah warga yang terendam air banjir. Selain itu bantuan kepada warga yang membangun tenda darurat dilakukan bagi warga yang membangun tenda menggunakan terpal di sepanjang tanggul penangkis.

Air luapan Sungai Way Sekampung yang terus meninggi membuat posko bantuan segera didirikan oleh berbagai instansi terkait sebagai posko gabungan.

“Posko gabungan telah disiagakan dan koordinasi lintas sektoral dipusatkan di dusun Umbul Besar karena berbagai instansi terlibat di antaranya BPBD, kecamatan, Dinsos, Dinkes, kepolisian, TNI dan sejumlah relawan,” beber Iptu Yaya Sudrajat.

Selain ikut membantu warga, personil Polsek Sragi, Brigpol Agus selaku Bhabinkamtibmas menyebut, melakukan pendataan warga yang mengungsi ke tanggul. Selain melihat kondisi para pengungsi yang ada di tanggul ia mengimbau warga agar bisa melakukan ronda malam selama proses pengungsian. Ronda dilakukan untuk memantau kondisi rumah yang ditinggalkan saat mengungsi dengan menggunakan perahu karet Polair dan BPBD Lamsel.

Kendaraan BPBD Lampung Selatan dikerahkan membawa perlengkapan perahu karet dan perlengkapan tenda pengungsian di Dusun Umbul Besar Desa Bandar Agung [Foto: Henk Widi]
Selain Polair, personil dari Palang Merah Indonesia (PMI), Ahmad Yain dari unit SMK Negeri 1 Sragi menyebut, petugas PMI akan dikerahkan membantu warga yang mengungsi akibat banjir. PMI Lampung Selatan dan sejumlah unit dari Sragi  membuka dapur umum, pos kesehatan dan pos pengungsian. Posko tersebut diakui Ahmad Yain akan dikoordinasikan dengan beberapa instansi yang juga akan memberikan bantuan.

“Bantuan yang datang pada sore ini di antaranya air bersih dengan menggunakan satu tangki milik Dinsos dan dari PDAM karena warga mulai kesulitan air bersih,” terang Ahmad Yain.

Berdasarkan data dari kecamatan Sragi melalui Camat Sragi, Bibit Purwanto, banjir luapan sungai way Sekampung masih berdampak bagi dusun Umbul Besar, Bunut Utara di desa Bandar Agung.

Di dusun Umbul Besar, banjir merendam 40 kepala keluarga dengan 37 rumah di RT 02, 36 kepala keluarga dengan sebanyak 32 rumah di RT 03, 10 kepala keluarga dengan 8 rumah di RT 04 sehingga total terdampak banjir berjumlah 77 rumah dengan sebanyak 86 kepala keluarga.

Sementara di dusun Bunut Utara sebanyak 9 kepala keluarga dengan 9 rumah yang sudah mengungsi di antaranya keluarga Firdaus, Suraji, Madya, Yusuf, Umum Subandi, Sukandar, Lakon, Husin dan Ipul.

Selain di dusun Umbul Besar, Bunut Utara desa Bandar Agung, luapan sungai Way Sekampung masih merendam permukiman warga di dusun Pusingan desa Kuala Sekampung. Beberapa warga yang terimbas banjir di wilayah tersebut di antaranya Taher bersama dengan sekitar 8 rumah yang ada di wilayah tersebut.

Hingga Minggu sore (11/3) menurut Suminto, kepala RT 03 Dusun Umbul Besar akibat naiknya air jumlah pengungsi dipastikan akan bertambah termasuk warga dan rumah terdampak banjir. Hingga sore selain menggunakan tenda milik BPBD berukuran besar, puluhan warga secara swadaya melakukan pembuatan tenda darurat.

Tenda darurat yang dibangun rata-rata digunakan untuk satu hingga dua keluarga yang membuat dapur umum untuk keperluan memasak. Sejumlah pemilik ternak kambing dan sapi bahkan mulai membuat tenda khusus untuk mengamankan ternak dari luapan banjir Sungai Way Sekampung.

Baca Juga
Lihat juga...