Sungai Meluap, Warga Bandar Agung Mengungsi di Tanggul Penangkis

Editor: Satmoko

309

LAMPUNG – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) mencatat, hingga siang ini, ada 61 Kepala Keluarga (KK) dari Dusun Umbul Besar Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi yang mulai mengungsi akibat luapan Sungai Way Sekampung.

I Ketut Sukerta, Kepala BPBD Lamsel mengaku, sekitar 200 warga mengungsi di tanggul penangkis dengan mendirikan tenda darurat dari terpal, sebelum ada bantuan satu unit tenda pengungsian. Warga yang mengungsi juga membawa barang-barang berharga dan ternak ke lokasi yang lebih aman.

I Ketut Sukerta menyebut, tim dari BPBD Lamsel tengah menyiapkan tenda pengungsian, posko dapur umum, perahu karet serta peralatan lain. Berdasarkan catatan petugas BPBD Lamsel, saat ini ada 60-an rumah warga di Dusun Umbul Besar dan Bunut Utara yang terimbas banjir. Sekitar 6 rumah lainnya di Dusun Pusingan Desa Kuala Sekampung.

“Kita lakukan pendataan, rumah terimbas banjir semakin meninggi imbas dari luapan Sungai Way Sekampung, kiriman dari beberapa sungai di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Pesawaran yang mengakibatkan air meluap,” terang I Ketut Sukerta, Kepala BPBD Lampung Selatan, saat ditemui Cendana News di lokasi banjir di Dusun Umbul Besar Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi, Sabtu (10/3/2018).

Kepala BPBD Lampung Selatan, I Ketut Sukerta, meninjau lokasi banjir di Dusun Umbul Besar Desa Bandar Agung [Foto: Henk Widi]
I Ketut Sukerta menyebut, sebagian warga mengungsi ke tanggul penangkis akibat rumah warga sudah terendam bervariasi dari 50 cm hingga 100 cm. Areal yang berada di luar tanggul dengan jumlah sebanyak 3 RT disebutnya berjarak sekitar 50 hingga 100 meter. Curah hujan yang cukup tinggi di bagian hulu sungai membuat siklus banjir tahunan tersebut merendam perumahan warga.

Selain curah hujan tinggi, disebut I Ketut Sukerta, banjir juga akibat kondisi pasang air laut dari muara Sungai Way Sekampung yang berjarak beberapa kilometer dari perkampungan warga. Tenda pengungsian dari BPBD Lampung Selatan sedang dikerahkan ke lokasi tanggul penangkis untuk didirikan di dekat MI Guppi 05.

“BPBD sudah mulai berkoordinasi dengan dinas sosial untuk memberikan bantuan logistik yang diperlukan warga,” terang I Ketut Sukerta.

Terendamnya perumahan warga juga akan dibantu dengan perahu karet (rubber boat) untuk mengungsikan barang. Hingga siang, air luapan Sungai Way Sekampung berpotensi semakin meninggi bahkan mulai meluap ke tambak bandeng dan udang vaname.

Tambak udang vaname milik warga bernama Lana dan tambak bandeng milik Warto dan Rasyid bahkan harus dipanen lebih awal. Sebagian tidak bisa diselamatkan. Meski sudah dipasang waring, budidaya ikan bandeng tersebut tidak bisa diselamatkan karena berjarak sekitar 100 meter dari sungai.

Akses jalan warga terendam banjir [Foto: Henk Widi]
Camat Kecamatan Sragi, Bibit Purwanto, dan Kapolsek Sragi, Iptu Henur Muhamad yang meninjau lokasi banjir menyebut, pendataan warga terdampak banjir sudah dilakukan. Pihak kecamatan menurut Bibit Purwanto telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu warga. Akses jalan aspal yang sudah terendam sepanjang tiga kilometer kini bahkan sudah tidak bisa dilalui.

“Sebagian warga secara swadaya melakukan perbaikan tanggul penangkis sebagai akses alternatif karena lumpur membuat warga sulit melintas dengan kendaraan,” beber Bibit Purwanto.

Personil Bhabinkamtibmas dan Babinsa dari Koramil 08/Palas sudah dikerahkan membantu warga selama mengungsi. Ia juga mengimbau kepada warga untuk melakukan kegiatan Poskamling di setiap RT untuk memantau perkembangan banjir yang semakin meninggi.

Baca Juga
Lihat juga...