Suplai Logistik Warga Terdampak Banjir di Lamsel Terhambat Akses Jalan

Editor: Koko Triarko

305

LAMPUNG — Banjir akibat luapan Sungai Way Sekampung masih merendam ratusan rumah di Desa Bandar Agung, Desa Kuala Sekampung. Kepala Desa Bandar Agung, Syamsul Anwar, mengatakan, jumlah warga terdampak banjir pun bertambah.

Menurutnya, warga terdampak di Dusun Umbul Besar semula 86 kepala keluarga, bertambah di antaranya di Dusun Sumber Jaya 26 kepala keluarga, Dusun Bunut Utara sebanyak 8 kepala keluarga. Dari total rumah terdampak sebanyak 120 kepala keluarga, 94 kepala keluarga  harus mengungsi ke tanggul darurat  dan 26 kepala keluarga lainnya masih bertahan di rumah masing-masing. Selain itu, enam rumah di Dusun Pusingan, Desa Kuala Sekampung juga masih terendam banjir.

Syamsul Anwar menyebut, bantuan logistik, perlengkapan tenda, air bersih, posko kesehatan dan keperluan para pengungsi sudah diberikan sejak Sabtu (10/3). Meski demikian, akibat akses utama jalan desa terputus oleh genangan air hingga 100 cm, sejumlah kendaraan pengangkut bantuan sudah tidak bisa melalui jalan desa.

“Praktis mulai hari ini dua jalan menuju ke Dusun Umbul Besar, Dusun Kuala Jaya, sulit dilalui oleh kendaraan. Satu jalan utama dan satu jalan alternatif di tanggul penangkis berlumpur, sehingga masyarakat harus berjalan kaki,” terang Syamsul Anwar, Senin (12/3/2018)

Syamsul Anwar juga menyebut, dua hari sebelumnya kendaraan roda dua dan roda empat bisa melintas di jalan tanggul penangkis. Namun, akibat guyuran hujan, membuat jalan licin dan berlumpur, sehingga berbagai jenis kendaraan harus diparkir di tanggul dan warga harus berjalan sekitar dua kilometer.

Aribun Sayunis, Ketua Asosiasi Pembudidaya Ikan Patin Indonesia Provinsi Lampung memberikan bantuan sabun cuci untuk warga terdampak banjir [Foto: Henk Widi]
Bantuan dari Polres Lampung Selatan berupa mie instan, minyak goreng, telur, air mineral dan bantuan dari dinas sosial serta berbagai bantuan lain harus diangkut mempergunakan perahu.

Beberapa perahu, kata Syamsul Anwar, merupakan perahu milik warga, perahu karet milik Satpolair Polres Lamsel dan perahu karet dari BPBD Lamsel. Ia menyebut butuh akses jalan yang memadai dan dalam waktu dekat akses jalan akan ditimbun dengan tanah padas dan pasir, agar mobilitas warga bisa berjalan dengan normal.

Ia mengaku tengah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendapat tambahan perahu karet untuk aktivitas masyarakat, terutama saat pagi hari bagi anak-anak yang akan menuju ke sekolah.

Akibat akses jalan yang tak bisa dilalui, bantuan air bersih dari dinas sosial Kabupaten Lampung Selatan terpaksa disiagakan di Puskesmas Pembantu Desa Bandar Agung.

Warga yang hendak memperoleh air bersih didrop menggunakan galon untuk membawa air bersih. Sejumlah kendaraan ambulan bahkan tidak bisa masuk ke lokasi, sehingga sejumlah petugas medis harus berjalan kaki, sebagian menggunakan perahu karet.

Saat ini, kata Syamsul Anwar, bantuan paling pokok berupa peralatan tidur bagi warga yang mengungsi di tenda darurat. Juga obat-obatan dan peralatan sanitasi bagi masyarakat yang minim air bersih, sehingga rentan penyakit diare dan peralatan kesehatan lain.

Beruntung, katanya, posko kesehatan sudah didirikan di Dusun Umbul Besar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, sekaligus pemeriksaan kesehatan dan obat gratis.

Syamsul Anwar, Kepala Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi di lokasi akses jalan terdampak banjir [Foto: Henk Widi]
Ketua Asosisasi Pembudidaya Catfish Indonesia (APCI) Provinsi Lampung, Aribun Sayunis, yang ikut memberikan bantuan kepada korban banjir mengaku sengaja memberikan bantuan logistik, berupa makanan, minuman serta sabun cuci, agar warga tetap menjaga kebersihan.

“Hari ini, kami berikan bantuan makanan dan minuman instan, sabun cuci dan peralatan lain untuk korban banjir, agar tidak terserang penyakit selama dan pascabanjir,” beber Aribun Sayunis.

Ia mengatakan, pascabanjir pihaknya akan memberikan bantuan berupa pengasapan (fogging) untuk permukiman warga terdampak banjir. Pengasapan dan pemberian obat abate disebutnya dilakukan berkoordinasi dengan dinas kesehatan, untuk mencegah potensi penyakit demam berdarah.

Risiko gangguan penyakit selama banjir bagi anak-anak akan dibantu dengan obat-obatan yang akan diperbantukan melalui posko kesehatan.

Pemilik usaha sektor perikanan jenis ikan patin tersebut juga mengaku prihatin dengan dampak banjir yang menerpa para petambak. Ia berharap kepada instansi terkait, agar bisa melakukan proses pembuatan tanggul penangkis baru, agar saat sungai meluap tidak menimpa pemukiman warga.

Kepada pemilik usaha sektor pertambakan dan kolam di wilayah tersebut, Aribun Sayunis juga berharap bisa mengikuti asuransi perikanan, sehingga saat terjadi bencana banjir usaha yang dimiliki bisa terlindung asuransi.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.