Survei, AHY Menguat sebagai Capres Poros Ketiga

Editor: Satmoko

291

JAKARTA – Munculnya wacana poros ketiga terdiri dari Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam Pemilihan Presiden 2019 menjadi alternatif di tengah ketatnya wacana pertarungan dua poros Jokowi dan Prabowo.

Hasil survei Political Communication Institute (PolcoMM Institute) menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi, menunjukkan sebanyak 37,47 persen responden menjawab sebaiknya ada tiga pasang calon. Dan, 13,50 persen menyatakan tidak tahu.

Sementara itu, sebanyak 41,15 persen menjawab sebaiknya dua pasang calon. Dan, hanya sebanyak 7,78 persen responden yang berharap ada satu pasang calon melawan kotak kosong.

Survei dilakukan dengan wawancara langsung secara tatap muka pada 18 Maret hingga 21 Maret 2018 dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% dan margin off error sebesar 2,83%.

“Survei PolcoMM juga bertanya apakah poros ketiga akan terbentuk, 30,45 persen menjawab akan terbentuk, 20,19 persen tidak yakin terbentuk dan mayoritas responden menyatakan tidak tahu sebesar 49,36 persen,” ujar Direktur Polcomm Institute Heri Budianto di Cikini, Jakarta, Minggu (25/3/2018).

Jika poros ketiga terbentuk, lanjut Heri, responden memilih AHY sebesar 21,00 persen dinilai pantas untuk diusung sebagai capres. Posisi kedua Zulkifli Hasan sebesar 15,33 persen, Gatot Nurmantyo sebesar 12,33 persen, Mahfud MD sebesar 10,25 persen, dan Muhaimin Iskandar 9,42 persen.

Kandidat capres poros ketiga lainnya, yakni Anies Baswedan, TGB Muhammad Zainul Mahdi atau Tuan Guru Bajang (TGB), dan Yusril Ihza Mahendra, masing-masing di kisaran angka 8 persenan.

Sementara itu calon wakil presiden, responden menilai Zulkifli Hasan pantas diusung sebanyak 21,25 persen, AHY 19,25 persen, Gatot Nurmantyo sebesar 17,17 persen, Muhaimin Iskandar 9,75 persen, dan Yusril Ihza Mahendra 8,33 persen, Anies Baswedan 7,58 persen, TGB 6,33 persen.

Dalam rilis hasil survei lembaga Political Communication Institute (PolcoMM Institute) juga turut digelar diskusi publik bertajuk “Elektabilitas Capres-Cawapres dan Mengukur Kekuatan Poros Ketiga” dengan pembahas politisi PBB Alexander David Pranata Boer, politisi PDIP Eriko Sutarduga, politisi Gerindra Habiburrahman, politisi PKS Dedi Supriyadi, dan politisi Demokrat Roy Suryo.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.