Survei PolcoMM Institute, Ada Tujuh Cawapres Ideal Prabowo

Editor: Satmoko

444

JAKARTA – Partai Gerindra belum secara resmi menetapkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Jika kemudian ia maju dalam Pemilihan Presiden 2019, terdapat tujuh tokoh layak mendampingi sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Hasil survei Political Communication Institute (PolcoMM Institute) menempatkan Gatot Nurmantyo di urutan teratas sebagai calon wakil presiden bagi Prabowo Subianto. Gatot dianggap paling cocok mendampingi Prabowo.

“Saat ditanya siapa calon wakil presiden apabila Prabowo Subianto yang dipilih, jika Prabowo maju dalam Pilpres 2019, mayoritas responden menjawab Gatot Nurmantyo,” ujar Direktur Polcomm Institute Heri Budianto di bilangan Cikini Raya, Jakarta, Minggu (25/3/2018).

Sebanyak 21,83 persen responden memilih mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo layak untuk mendampingi Prabowo pada Pilpres 2019. Ketua MPR Zulkifli Hasan yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) menyusul di posisi kedua (18,50%).

Kemudian, Agus Harimurti Yudhoyono yang karib disapa AHY (15,50%), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (10,83%), Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (10,42%), Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra (9,42%), dan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr TGB Muhammad Zainul Majdi atau lebih dikenal Tuan Guru Bajang (4,92%), lainnya 2,92%, tidak tahu/tidak menjawab 5,66%.

Dari deretan nama yang mengemuka tersebut, tidak linier dengan sisi latar belakang tokoh yang diharapkan oleh responden. Menurut Heri, responden menyarankan Prabowo untuk mengambil wakil presiden dengan latar belakang tokoh agama 28,20 persen, tokoh politik 17,83 persen, kalangan profesional 15,40 persen, baru kemudian militer sebesar 15,24 persen.

Jumlah itu berbanding terbalik karena mayoritas responden memilih Gatot yang paling cocok mendampingi Prabowo. Ketidaklinieran ini, kata Heri, disebabkan minimnya pengetahuan responden tentang latar belakang tokoh-tokoh nasional.

“Responden lebih hafal nama daripada latar belakang,” imbuhnya seraya mengatakan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para tokoh untuk mensosialisasikan kepada publik.

Sementara itu, jika Prabowo tidak maju kembali, sebagian besar publik menilai sebaiknya Prabowo mengajukan capres dengan latar belakang profesional sebesar 21,43%, militer 19,54%, partai politik 14,29%, dan tokoh agama 6,55%.

Adapun survei PolcoMM Institute menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan wawancara langsung secara tatap muka pada 18 Maret hingga 21 Maret 2018 dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% dan margin off error sebesar 2,83%.

Baca Juga
Lihat juga...