Tahun Ini Hasil Panen Jagung di Sikka Lebih Baik

Editor: Koko Triarko

298

MAUMERE – Hasil panen jagung di kabupaten Sikka, khususnya di kecamatan Kangae, sebagai sentra produksi jagung sangat memuaskan. “Tahun ini hasil panen jagung lebih bagus dibandingkan tahun sebelumnya, sebab curah hujan cukup dan sering terjadi hujan setelah jagung ditanam,” ujar Regina Pije, petani jagung di Desa Habi, Kecamatan Kangae, Senin (19/3/2018).

Saat ditemui Cendana News di rumahnya, Regina bersama saudarinya Maria Deta sedang mengupas jagung yang baru dipanen pada Sabtu (17/3/2018) lalu. Jagung yang ditanam lebih banyak merupakan bibit lokal dengan tongkol berukuran kecil yang sudah turun-temurun ditanam.

Regina Pije, petani jagung asal Desa Habi, kecamatan Kangae. -Foto: Ebed de Rosary

“Ada kami tanam jagung hibrida, tapi jumlahnya tidak banyak. Kalau jagung lokal lebih tahan lama disimpan, sebab jagung ini hanya untuk dikonsumsi sendiri dicampur dengan beras menjadi nasi jagung,” tuturnya.

Regina yang memiliki lahan seluas sekitar setengah hektare di Desa Langir, di seberang jalan depan rumahnya mengaku puas atas hasil produksi tahun ini. Seharusnya, sejak awal Maret sudah bisa panen, tapi karena sering hujan sehingga agak terlambat.

Hal senada juga disampaikan Maria Deta, petani jagung lainnya. Menurutnya, hampir semua petani jagung di Desa Habi maupun Langir sudah mulai panen pada awal Maret ini, sebab biasanya sekitar pertengahan bulan Februari sudah mulai menanam kacang hijau.

“Kalau jagung sudah mulai mengeluarkan bulir dan biasanya pertengahan bulan Februari kami sudah mulai menanam kacang tanah di sela-sela tanaman jagung. Petani lebih suka menanam kacang hijau dan kacang tanah, sebab sudah terbiasa,” tuturnya.

Dikatakan Maria, penanaman jagung hanya dilakukan setahun sekali saja saat musim hujan, sebab kebanyakan lahan jagung di Desa Habi, Langir dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Kangae merupakan lahan tadah hujan. Tidak ada sumur bor, sehingga bisa tanam setahun dua sampai tiga kali.

“Kalau ada sumur bor mungkin kami bisa tanam jagung setahun dua atau tiga kali. Jadi, kami baisanya tanam kacang hijau saja, sebab tidak terlalu banyak membutuhkan air,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...