banner lebaran

Terkait Air Tanah dan Limbah, Pemprov DKI Razia Gedung Tinggi 

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

224

JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan Inpeksi mendadak (Sidak) pengawasan terkait dengan penggunaan air tanah dan pengelolaan air limbahnya di gedung-gedung tinggi yang berada di Jakarta bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah.

“Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan pengelolah gedung di Jakarta apakah menaati semua aturan pemerintah,” sebutnya saat sidak di beberapa gedung tinggi di kawasan Jakarta Pusat, Senin (12/3/2018).

Menurut Anies, razia gedung tinggi itu merupakan wujud penegakan aturan di Jakarta yang tidak pandang bulu. Sebab selama ini penegakan peraturan hanya dirasa tajam ke bawah seperti penggusuran pedagang kaki lima. Sedangkan sangat tumpul kepada mereka yang besar dan kuat secara ekonomi seperti manajemen gedung tinggi.

“Sering kali kalau ada pedagang jualan kita foto karena melanggar aturan, padahal di belakang ada gedung tinggi yang melanggar aturan juga karena menyedot air tanah tidak sesuai aturan,” ucap Anies.

Dia mengimbau khususnya bagi pemilik maupun pengelola gedung supaya bersikap kooperatif dan memberikan data sebenar-benarnya karena razia ini adalah pemeriksaan.

“Jika terbukti ada pelanggaran maka akan diberi peringatan agar diperbaiki. Namun jika tetap melanggar maka akan ditindak,” tuturnya.

Sidak ini akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Menurut Anies ada sekitar 80 gedung tinggi di DKI yang akan dilakukan razia untuk memastikan berjalannya sistem pengendalian air termasuk pengolahan air limbah di gedung-gedung tersebut.

Sidak kali ini di mulai dari gedung di kawasan Sudirman-Thamrin. Namun mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tidak membeberkan nama-nama perusahaan atau pengelola ke 80 gedung.

Lanjut Anies, saat razia nanti akan ada lima tim yang dibentuk dan terdiri dari 10 orang bakal merazia secara acak.

“Kita akan mendatangi gedung-gedung itu. Perhari akan didatangi oleh lima tim yang masing-masing tim terdiri dari 10 orang. Ssperti razia gedung tinggi, memastikan mereka menataati semua aturan,” ucapnya.

Dia mengatakan tim tersebut terdiri dari unsur Dinas Cipta Karya, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perinduatrian dan Energi, Dinas Sumber Daya Air, Satpol PP serta dari ekstrenal yakni Balai Konservasi Air Tanah.

“Tim ini bertugas untuk melakukan pengawasan terdiri dari beberapa unsur di Satuan Kerja Perangkat Daerah dan juga unsur eksternal akan memulai turun ke lapangan,” imbuhnya.

Dia menegaskan untuk pengelolaan air tanah di Jakarta seharusnya mengikuti ketentuan yang ada. Sebab, turunnya permukaan tanah dikarenakan penggunaan air tanah yang tidak mengikuti aturan termasuk pembuangan limbah.

“Menyebabkan tanah kita di Jakarta turun karena sedotan air yang luar biasa banyak di tempat itu. Limbah yang terbuang tanpa dikelola. Karena itu kita tidak akan mentolernasi lagi. Tim ini akan bekerja melakukan razia dan pengawasan,” tegasnya.

Sebelumnya, Anies telah meneken Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomot 279 Tahun 2018 tentang Pembentukan Tim Pengawasan Terpadu Penyediaan Sumur Resapan dan Instalasi Pengolahan Air Limbah serta Pemanfaatan Air Tanah di Bangunan Gedung dan Perumahan.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.