banner lebaran

Tetel Singkong, Camilan Tradisional Pengganti Sarapan

Editor: Satmoko

329

LAMPUNG – Potensi hasil pertanian singkong yang melimpah di wilayah Lampung Selatan membuat warga akrab dengan kuliner berbahan baku singkong atau ubi kayu.

Salah satu camilan berbahan singkong yang kerap dibuat adalah tetel singkong oleh Wandriasari (24) warga Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan. Pembuatan kue tersebut terbilang cukup sederhana karena bahan baku singkong mudah didapatkan dari kebun dalam kondisi segar.

Sebutan tetel singkong diakuinya berasal dari cara memakan kue tersebut yang diteteli atau dipotong kecil-kecil. Proses memakan dengan memotong kecil-kecil dengan parutan kelapa sekaligus sajian teh hangat membuat camilan ini cocok disajikan sebagai menu sarapan.

Selain itu tetel juga identik dengan jadah yang kerap dibuat menggunakan ketan putih. Bedanya terang Wandriasari bahan jadah ketan diganti dengan singkong sehingga disebut tetel singkong.

Wandriasari melakukan proses pengukusan singkong yang telah dikupas menggunakan wadah khusus [Foto: Henk Widi]
“Bahan baku yang bisa diperoleh dari kebun serta proses pembuatannya mudah dan cepat sehingga bagi ibu rumah tangga tidak harus repot membuatnya terutama jika membuat untuk porsi satu keluarga,” terang Wandriasari, salah satu warga di Kecamatan Penengahan saat membuat menu Tetel Singkong, saat ditemui Cendana News, baru-baru ini.

Menu sarapan yang biasanya disajikan dengan nasi dan lauknya bisa digantikan dengan tetel singkong mengandung karbohidrat. Selain menyerupai jadah ketan putih dengan proses pengukusan bahan baku dan ditumbuk, tetel singkong yang dibuat dengan proses menumbuk ini memiliki rasa manis dan gurih.

Rasa manis berasal dari gula merah pemberi warna coklat dan gurih dari parutan kelapa bercampur garam.

Sebelum membuat tetel singkong, Wandriasari mengungkapkan, menyiapkan sekitar satu kilogram singkong. Jenis singkong yang dipilih berasal dari singkong roti dengan ciri khas berwarna putih dan memiliki tekstur lembut.

Singkong jenis ini disebut Wandriasari sangat cocok dijadikan tetel singkong karena mengandung nilai gizi yang hampir sama dengan nasi.

Setelah satu kilogram singkong dikupas dan dicuci bersih, bahan lain yang perlu disiapkan adalah gula kelapa, gula pasir, garam dan kelapa muda bahan parutan. Setelah dikupas dan dicuci bersih dalam air mengalir, singkong dipotong kecil-kecil menggunakan pisau lalu dikukus. Singkong yang telah dikukus hingga matang selama kurang lebih lima belas menit di atas kompor bisa didinginkan.

“Pisahkan setengah kilogram untuk tetel warna putih ditaburi gula putih dan tetel warna coklat dengan taburan gula kelapa sebelum ditumbuk,” terang Wandriasari.

Setelah dipisahkan setengah kilogram singkong warna putih bisa ditumbuk dengan menggunakan lesung batu atau cukup dengan penggerus. Proses penumbukan dilakukan dengan alas plastik agar tidak menempel.

Saat proses penumbukan pencampuran gula putih bisa dilakukan untuk memberikan rasa manis. Perlakuan yang sama dilakukan pada setengah singkong yang telah dikukus dan diberi gula kelapa agar berwarna coklat.

Setelah ditumbuk halus, proses selanjutnya tetel singkong bisa dibentuk menjadi lempengan dan dipotong kecil-kecil. Tetel singkong putih dan coklat akan terbentuk dengan penambahan gula putih dan gula kelapa.

Setelah proses pemotongan selesai pembuatan parutan kelapa setengah tua bisa dilakukan dengan pencampuran garam halus untuk menambah rasa gurih. Parutan kelapa dikukus dalam dandang khusus dengan cara membungkusnya pada sebuah daun pisang.

Tetel singkong putih dan coklat yang sudah dipotong kecil-kecil disajikan dalam piring dengan wadah daun pisang. Parutan kelapa yang sudah diberi campuran garam halus bisa ditaburkan di atas tetel singkong.

Parutan kelapa dengan sensasi gurih disebut Wandriasari menjadi penambah sensasi memakan tetel singkong warna putih dan coklat.

“Tetel singkong paling tepat disajikan bersama teh hangat sehingga bisa menjadi menu sarapan pagi sebelum beraktivitas,” terang Wandriasari.

Sapta (28), salah satu penyuka tetel singkong menyebut, camilan tersebut menjadi salah satu pengganti sarapan nasi. Selain sebagai menu ringan yang mudah dibuat Sapta juga menyebut kue tersebut bisa dipergunakan sebagai bekal suaminya bekerja di kantor dan anaknya yang berangkat ke sekolah.

Bekal tetel singkong yang dikombinasikan dengan coklat mesis dan keju kerap disukai anaknya yang duduk di bangku SD.

“Sebagai ibu rumah tangga saya juga harus kreatif membawakan bekal makanan agar anak tidak jajan sembarangan di sekolah,” beber Sapta.

Selain mudah dibuat dari bahan baku yang mudah diperoleh, Sapta menyebut bahan bahan alami membuat makanan tersebut menyehatkan. Menu tetel singkong selain sebagai menu keluarga bahkan diakuinya bisa disajikan dalam acara-acara khusus seperti arisan serta tambahan kue saat acara keluarga.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.