Tim Apatte 62 Brawijaya Peringat 4 di Ajang Shell Eco-Marathon Asia

Editor: Koko Triarko

406

MALANG — Tim mobil listrik Apatte 62 Brawijaya kembali menorehkan prestasi di ajang Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2018. Dengan mengandalkan mobil listrik ‘Marsella3 Evo 1’, tim yang digawangi sembilan mahasiswa jurusan teknik mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) tersebut sukses menempati peringkat ke-4 dalam kategori Urban Concept Type Energy Battery-Electric di Changi Exibhition Centre, Singapura.

Kesembilan mahasiswa tersebut, yakni, Aang Junaidi, M. Syifaudin, Tiara Shinta Raharkandi, Dana Damara, Dhio Bagus Prabowo, Tri Tiadi (driver), Imam Mawardi Maksum, Andi Ikramullah, Andhika Nurdiantono yang dibantu beberapa orang tim pendukung.

“Keberhasilan menempati peringkat keempat dalam ajang bergengsi SEM Asia tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, di mana pencapaian ini meningkat dari tahun lalu yang hanya berada di posisi ketujuh di kategori yang sama,” jelas Tiara Shinta Raharkandi, didampingi Aang Junaidi dan M. Syifaudin.

Menurutnya, perjuangan mereka dalam kompetisi tersebut tidak mudah, karena harus menghadapi 122 tim mahasiswa se-Asia dari 18 negara Asia Pasifik dan Timur Tengah.

Selain itu, kendala cuaca yang kerap diguyur hujan hingga masalah mekanik dan kelistrikan cukup membuat mereka bekerja keras untuk bisa tetap berkompetisi dan menduduki posisi terbaik.

“Tim kami kemarin sempat mengalami pecah bearing ban di race terakhir, sehingga harus segera mungkin diganti dengan bearing cadangan. Tapi, meskipun terpaksa menggunakan bearing cadangan, alhamdulillah kita masih dapat posisi keempat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, memang dituntut untuk bisa menghadapi berbagai kendala dan mencari solusi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Disebutkan Tiara, selama mngikuti kompetisi SEM, ada beberapa rangkaian kegiatan yang harus mereka lakukan, mulai dari regristrasi, teknikal inspeksi yang terdiri beberapa fase harus dilakukan seperti pengecekan kelistrikan, mekanik harus sesuai regulasi. Setelah itu, mereka mendapatkan free practice, tim dan driver boleh mencoba track yang ada. Di sana Tim Apatte 62 diberi lima kali percobaan.

“Dari lima race yang telah dijalani, hasil terbaik yang didapatkan 93.5 Km/Kwh,” terangnya.

Sementara itu, dosen pendamping tim Apatte 62, Dr. Eng. Eko Siswanto, ST., MT., mengaku sangat bangga dengan raihan prestasi yang ditorehkan mahasiswanya di ajang Shell Eco-Marathon.

“Peringkat ini merupakan capaian dan record tersendiri bagi tim kami. Kami sangat bersyukur dengan kerja keras, mereka bisa menjaga ritme dan semangat bertanding, sehingga bisa memberikan raihan positif dalam kompetisi tersebut,” ucapnya.

Ia berharap, dengan sekarang menempati peringkat empat, tahun depan menargetkan bisa masuk ke peringkat tiga besar.

Sementara itu disebutkan, di atas tim Appate 62 Brawijaya, berturut-turut dari peringkat satu hingga tiga adalah Lac Hong University (LH EST) 129 km/kWh, Institut Teknologi Sepuluh November (Nogogeni ITS Team I) 125 km/kWh, dan Universitas Pendidikan Indonesia (Bumi Siliwangi Team 4) 108 km/kWh.

Baca Juga
Lihat juga...