Tim Tenis Meja Indonesia Diuji di Kejuaraan Dunia

261
Ilustrasi - Foto: Dokumentasi CDN

JAKARTA – Tim tenis meja Indonesia yang disiapkan untuk Asian Games 2018 Jakarta-Palembang sedang menjalani pemusatan latihan di China. Tim tersebut akan menjalani diuji kemampuan di kejuaraan dunia di Halmstad Swedia, pada April mendatang.

Ketua Umum PP PTMSI Oegroseno mengatakan, selain di kejuaraan dunia, uji coba kemampuan juga akan dilakukan di sejumlah kejuaraan lain seperti SEAMaster 2018 ITTF World Tour di Hongkong, 24-27 Mei, serta ITTF World Tour Platinum di China, 31 Mei – 3 Juni. “Ada 12 atlet yang kami kirim ke China. Sudah lebih dari enam bulan di sana,” katanya, Jumat (23/3/2018).

Dengan persiapan yang dilakukan, mantan Wakapolri itu menargetkan tim tenis meja Indonesia itu bisa meraih medali perak pada kejuaraan empat tahunan tingkat Asia tersebut. Target tersebut mengingat tren kemampuan atlet Tanah Air terus mengalami peningkatan.

Pada SEA Games 2015, tim tenis meja Indonesia hanya mampu meraih satu perunggu. Namun dua tahun berikutnya tepatnya di SEA Games 2017 perolehan medali menjadi empat perunggu. “Target perak saya kira cukup realistis,” kata mantan Kapolda Sumatera Utara itu.

Meski persiapan Asian Games 2018 berjalan sesuai dengan program, namun pada induk organisasi tenis meja Indonesia hingga saat ini masih terjadi polemik. PP PTMSI di bawah pimpinan Oegroseno tetap bisa berharap menjadi satu-satunya induk organisasi karena diakui oleh ITTF.

Selama ini ada dua induk organisasi tenis meja yang satunya adalah PB PTMSI yang diketuai Lukman Edy. Meski demikian, organisasi ini didukung penuh oleh KONI Pusat dan sebentar lagi akan menggelar Munaslub guna mencari ketua baru. Dengan adanya rencana Musnalub, Oegroseno mulai bergerak yang salah satunya akan melaporkan polemik yang ada saat ini ke induk organisasi tenis meja dunia atau ITTF yang bakal melakukan sidang pada awal Mei.

“Kami (PP PTMSI) selama ini yang diakui oleh ITTF, jadi kami akan melaporkan kondisi di Indonesia saat ini. Memang sangat berisiko jika laporan benar kami lakukan. Bisa saja tenis meja di-suspend,” kata Oegroseno dengan tegas.

Tenis meja merupakan satu dari 42 cabang olahraga yang dipertandingkan pada Asian Games 2018. Untuk menunjang persiapan, pemerintah melalui Kemenpora telah mengucurkan anggaran sebesar Rp5,4 miliar. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...