Tingkatkan Kesadaran Pengendara, Satlantas Balikpapan Gelar Operasi Mahakam

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

275
Kasat Lantas Polres Balikpapan AKP Noordhianto - foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Meningkatkan kesadaran masyarakat akan tertib berlalu lintas dan mengurangi kecelakaan, Operasi Keselamatan Mahakam mulai diterapkan. Dalam operasi ini sejumlah pelanggaran jadi prioritas yaitu tidak menggunakan helm SNI, mabuk, melebihi batas kecepatan, menggunakan handphone saat berkendara.

Kasat Lantas Polres Balikpapan AKP Noordhianto menyebutkan, dalam operasi keselamatan mahakam itu, merupakan bagian dari sosialisasi terhadap keselamatan berlalu lintas sebesar 40 persen, dan penegakan aturan berlalu lintas 20 persen kemudian 40 persen tindakan preventif.

“Operasi kami gelar hingga 25 Maret 2018. Harapannya dengan operasi ini kesadaran masyarakat akan tertib berlalu lintas dapat meningkat dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas,” ungkapnya Rabu, (7/3/2018).

Tidak hanya itu, pelanggaran pada pengendara yang tidak menggunakan sabuk keselamatan dan pengendara di bawah umur juga diperhatikan.

“Operasi Keselamatan Mahakam 2018 itu terdiri dari kampanye, sosialisasi, serta imbauan,” beber Noordhianto.

Terkait dengan pengendara merokok dan mendengarkan musik sambil berkendara, ia mengatakan tidak ada regulasi yang mengatur. Apabila dikaitkan dengan pasal 106 Undang-Undang Lalu Lintas, pengendara merokok dan mendengar musik tidak bisa dipaksakan terhadap aturan lalu lintas.

“Dalam UU Lalu Lintas ini jelas menyebutkan yang mengganggu konsentrasi pengendara,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya kepolisian juga gencar melakukan sosialisasi ke pelajar dan pendidikan usia dini.

“Kami lakukan agar pelajar ini lebih mengenal peraturan berlalu lintas dan bagaimana berkendara yang benar di jalan. Kalo paud kita kenalkan agar mereka juga sedikit tahu tentang rambu-rambu lalu, jadi ketika tahu bisa tertanam sejak dini,” tutupnya.

Baca Juga