Tingkatkan Kinerja, BAZNAS Gelar Rakernas

Editor: Irvan Syafari

293

JAKARTA — Guna meningkatkan kinerja, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2018, selama tiga hari pada 21-23 Maret 2018 mendatang.

Rakernas 2018 yang akan digelar di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Denpasar, Bali ini bertajuk “Penguatan Kapabilitas Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) Untuk Pembangunan Kesejahteraan Nasional”.

“Rakernas ini bertujuan untuk membangun kesamaan strategi pengelolaan zakat untuk mewujudkan visi dan misi BAZNAS,” kata Wakil Ketua BAZNAS, Zainulbahar Noor dalam konferensi pers di Kantor Pusat BAZNAS, Jakarta, Jumat (16/3/2018).

Disampaikan dia, bahwa rakernas ini juga mencari formulasi mewujudkan tata hubungan ideal BAZNAS Pusat, BAZNAS provinsi dan BAZNAS kabupaten/kota.

Selain itu, lanjut Zainul, rakernas mendorong pembangunan kompetensi amil berdasarkan standar sertifikasi yang telah ditetapkan, menciptakan pengelolaan keuangan zakat berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Zainul menyebutkan, rakernas juga akan memacu sinergitas pengelolaan zakat secara nasional, terutama dalam bidang pengumpulan dan pendistribusian.

Terpenting tegas dia, rakernas ini menjadi forum mensosialisasikan Peraturan BAZNAS (Perbaznas), Standar Kompetensi Kerja Khusus (SKKK) BAZNAS dan Fikih Zakat Kontekstual Indonesia.

Untuk merealisasikan hal itu, rakernas mengundang pihak terkait seperti Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Agama, Menteri Keuangan, dan pimpinan instansi pemerintah lainnya.

Dalam kehadirannya, jelas Zainul, Menko PMK akan mengupas materi seputar Kebijakan Pemerintah dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat melalui Zakat, dan Menteri Agama tampil dengan makalah tentang Penguatan Kapabilitas Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) Untuk Pembangunan Kesejahteraan Nasional.

Adapun pidato kunci dari Menteri Keuangan bertajuk ‘Dukungan Pemerintah untuk Merealisasikan Pengelolaan Zakat Seperti Pajak’.

Pada kesempatan ini, Sekretaris BAZNAS yang juga menjabat Ketua Panitia Rakernas 2018, Jaja Jaelani menjelaskan, rakernas akan membahas sejumlah agenda. Antara lain, terkait tata hubungan kerja BAZNAS dan LAZ dan manajemen sumber daya manusia (SDM) serta Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) 2018 & RKAT 2019.

Rakernas juga akan mengupas soal mekanisme pengesahan RKAT BAZNAS kabupaten/kota oleh BAZNAS provinsi. Selanjutnya, sistem pengelolaan keuangan berbasis TIK, sistem pelaporan keuangan BAZNAS daerah berbasis Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) dan koneksitas sistem informasi LAZ dengan SIMBA.

Rakernas pun, sebut dia, membahas audit keuangan pengelolaan zakat sesuai peraturan perundang-undangan dan satuan pengawas internal. Audit syariah, sistem dan prosedur pengelolaan aset juga akan dibahas.

Begitu juga sistem dan prosedur pengadaan barang dan jasa, sistem tata persuratan dan dokumentasi, sistem dan prosedur kehumasan dan keprotokolan, serta sistem penanganan pengaduan dan komplain dan sistem prosedur lainnya.

Bidang pengumpulan dan pendistribusian, lanjut dia, juga diskusikan tentang manajemen penghimpunan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS). Dana sosial keagamaan lainnya (DSKL), manajemen program pendistribusian dan pendayagunaan, termasuk pengukuran Indeks Desa Zakat (IDZ) untuk calon program Zakat Community Development (ZCD).

Selain itu, koordinasi dan sinergi program antara BAZNAS, BAZNAS daerah dan LAZ, pengukuran IZN pada BAZNAS dan LAZ menjadi pembahasan.

“BAZNAS mengemban misi strategis untuk mengoptimalkan fungsi koordinator perzakatan nasional dengan menguatkan SDM,” kata Jaja.

Selain itu, lanjut dia, penguatan TIK dan memberikan contoh atau model program pemberdayaan zakat untuk direalisasikan di daerah.

Dikatakan Jaja, kerja sama dan dukungan pemerintah daerah terhadap BAZNAS di wilayahnya sangat diperlukan. “Rakernas ini diharapkan mendorong dan menghasilkan pencapaian terbaik kinerja BAZNAS,” ucapnya.

Rakernas 2018 diikuti 630 peserta yang terdiri atas 30 orang dari BAZNAS, 68 BAZNAS provinsi, 464 BAZNAS kabupaten/kota dan 55 dari lembaga amil zakat (LAZ).

Baca Juga
Lihat juga...